Sabtu dalam Pekan Paskah II, 13 April 2013


Kis 6: 1-7  +  Mzm 33  +  Yoh 6: 16-21

 

 

 

 

Lectio :

Ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang. Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!" Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.

 

 

Meditatio :

 Ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang. Hari semakin malam dan semakin gelap. Jauh dari keramaian, dan bukannya ketenangan hati yang mereka dapatkan, malahan sebaliknya rasa takut dan gelisah menyelimuti mereka. Mereka semua takut dan gelisah, karena memang gelora laut menghantam mereka. Mereka digoyang-goyangkan secara kasar oleh terpaan laut yang keras. Mereka mendambahkan Yesus menyusul mereka, tetapi belum datang juga Dia. Namun apakah mereka sempat memikirkan 'hendak naik perahu siapa Yesus, siapa yang menghantar', sehingga mereka mengharapkan kedatanganNya? Atau kenapa mereka tadi meninggalkan Yesus seorang diri? mereka mengharapkan Yesus datang, apakah memang Dia berjanji akan menyusul? Apakah mereka beranggapan bahwa Yesus akan datang secara tiba-tiba, sebagaimana Dia mampu membuat mukjizat?

Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu, maka ketakutanlah mereka.  Sungguh benar, mereka mengharapkan kedatanganNya, tetapi mereka juga tidak siap sedia menerima kehadiranNya. Inilah hidup: ada orang-orang yang meminta, tetapi ketika diberi, mereka tidak siap menerimanya. Ketika Dia datang dengan cara di luar kebiasaan mereka, di luar kemampuan daya insani, mereka malahan ketakutan. Kehadiran Yesus lebih hebat dari gelombang laut yang menghantam mereka, sebab mereka bukan lagi terpaku pada deru lautan, melainkan pada kehadiranNya yang mengatasi ruang dan waktu. Seorang Yesus, Anak Manusia, sang Guru mulia, berjalan di permukaan air.

'Aku ini, jangan takut!', tegas Yesus. Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui. Menerima Yesus bersama mereka, membuat segala-galanya baik adanya.

 

 

Collatio :

Paskah mengubah segalanya. Tak dapat disangkal, para murid yang dahulu adalah orang penakut, sekarang menjadi manusia-manusia baru yang siap mewartakan kebenaran akan Kristus Tuhan. Injil menceritakan bahwasannya para murid begitu berpikir pendek. Mereka tidak memikirkan keberadaan sang Guru. Mereka meninggalkan Yesus, dan mereka tidak memikirkan bagaimana Yesus dapat menyusul mereka. Namun di lain pihak mereka mulai mengharapkan kedatanganNya, ketika gelombang laut menghantam mereka. Dalam kesulitan baru mereka sadar akan keberadaan Yesus; walau kenyataannnya ketika Yesus datang menjumpai mereka, mereka merasa kaget dan takut akan kehadiranNya yang mengatasi ruang dan waktu. Mereka memandang Yesus hanya sebatas cara pandang diri sendiri, dan bukannya keberadaan Yesus sendiri yang mengatasi ruang dan waktu.

Namun Paskah telah mengubah mereka. Dalam Kisah para Rasul hari ini diceritakan bahwa kebutuhan pelayanan semakin terbuka lebar, yang semuanya menuntut pelayanan segera dan tertata rapi. Terpilihnya ketujuh murid dalam pelayanan meja, menunjuk pada semakin terbukanya peranserta Gereja perdana dalam pelayanan terhadap dunia. Gereja yang yang semakin melebar ke dunia, dituntut untuk semakin mempunyai sistimisasi pelayanan yang tepat guna dan tepat sasaran.

'Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman'. Karya pelayanan rohani tidak menutup kemungkinan bekerja secara terprogram dan terstruktur, malahan adanya pembagian tugas akan membantu setiap orang beroleh pelayanan yang tepat guna.

 

 

Oratio :

Tuhan Yesus Kristus, kami ini sering bersikap dan bertindak egois. Kami memandang sesama kami hanya seturut kemauan diri kami sendiri, malahan kami tak jarang merindukan Engkau sebetas keinginan kami akan bantuanMu. Bantulah kami, ya Yesus, agar kami mampu memandang sesama, sebagaimana mereka berada, dan terlebih merindukan Engkau, karena memang kami sadar bahwa kami tak dapat berbuat banyak tanpa Engkau.

Yesus, berkatilah kami selalu.

  

 

 Contemplatio:

          ''Aku ini, jangan takut!'. 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening