Selasa dalam Pekan Paskah III, 16 April 2013


Kis 7:51 – 8:1  +  Mzm 31  +  Yoh 6: 30-35

 

 

 

 

Lectio :

Suatu hari orang banyakbertanya kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.


 

 

Meditatio :

'Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: mereka diberi-Nya makan roti dari sorga'.

Inilah permintaan orang-orang yang mendengarkan Yesus agar dengan mudah mereka mau percaya. Ternyata aneka mukjizat yang dilakukan Yesus tidak membuat mereka percaya kepadaNya. Di satu pihak mereka datang ingin menikmati aneka mukjizatNya, sebagaimana dikatakan Yesus kemarin, bahwa mereka datang kepadaNya karena memang telah makan roti dan kenyang, tetapi di lain pihak mereka tidak percaya kepada sang Pembuat mukijizat. Kalau mereka sekarang membandingkan pergandaan roti dengan manna yang pernah dimakan oleh nenek moyang di padang gurun, sebenarnya hanya ingin mencobai Yesus saja. Semuanya ini semakin menegaskan penyataan Yesus tadi, bahwasannya mereka itu mencari Yesus, bukan karena ingin mengikuti sang Penyelamat, melainkan hanya ingin mendapat mukjizat dan rejeki.

Sekarang pun juga masih ada banyak orang yang bersikap seperti ini. Tuhan Yesus dielu-elukan, bagaikan orang Yerusalem yang menyambut Rajanya, hanya ketika mereka mendapatkan mukjizat dan kepuasan jiwa. Namun ketika Dia mengajak mereka ikut serta dalam menghayati kematian dan kebangkitan Yesus, semua berlari, dan berbalik melawan seperti Petrus yang pernah menyakalNya sampai tiga kali itu. Gelora jiwa dan roh menjadi ukuran kenyamanan dalam doa, sehingga mereka yang memang harus didoakan, seperti mereka yang sakit dan menderita, yang miskin dan terbuang, yang tertindas dan terpinggirkan, sama sekali tidak mendapatkan perhatian dan doa-doanya. Doa-doa untuk orang-orang yang tidak mereka kenal, tidak pernah dilambungkannya.

'Aku berkata kepadamu', kata Yesus meluruskan, 'sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia'. Penyataan Yesus menegaskan bahwa semuanya itu terjadi, hanya karena belaskasih dan kemurahan hati Tuhan Allah sendiri, dan bukannya kemampuan seorang manusia yang namanya Musa berbuat seperti itu. Hanya  Allah yang dapat melakukan semuanya itu. 'Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya' (Yoh 3: 31). Hanya Dia yang berasal dari surga yang dapat melakukan segala hal yang bersifat surgawi.

'Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa', kata mereka kepada Yesus. Tertarik juga mereka untuk mendapatkannya. Mereka mencari yang lebih dan lebih baik.

'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi', tegas Yesus. Datang kepada Yesus dan percaya kepadaNya akan mendapatkan hidup kekal, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan kekal. Dia telah memberikan tubuh dan darahNya yang memberikan hidup abadi. 'Setiap kali kita makan roti ini dan minum cawan ini, kita memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang' (1Kor 11: 26); kematian yang tidak berhenti pada kebinasaan, melainkan kematian yang membawa kepada kehidupan itulah yang diwartakan.


 

 

Collatio :

'Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku', doa penyerahan Stefanus ketika orang-orang yang mendengarkan perkataannya merajam dirinya; dengan tenang dan sabar dia malahan berdoa bagi orang-orang yang menganiaya dirinya: 'Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!',  sebuah doa yang tidak berbeda dengan doa yang dipanjatkan Yesus sendiri, yakni:  'Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat' (Luk 23: 34).

Iman memberikan hidup kekal, dan dengan iman yang satu dan sama itu, Stefanus mampu menghadapi kenyataan hidup yang pahit getir itu dan mendoakan mereka yang menganiya dirinya (Mat 5: 44). Inilah kasih. Kita adalah orang-orang yang sudah mengenal Kristus Tuhan, dan kita ambil bagian dalam kematian dan wafaNya. Yang perlu kita tumbuhkan kembangkan adalah keberanian kita untuk terus datang dan percaya kepadaNya. Memang kita juga tidak akan mengalami peristiwa pahit sebagaimana dirasakan oleh Stefanus, tetapi tidak disangkal keberanian untuk berkata-kata tentang kebenaran dan tentang Dia yang hidup dan bangkit, tetap perlu ditumbuh kembangkan.

Kiranya kesetiaan kita mengikuti perayaan Ekaristi memberi berkat tersendiri bagi setiap orang untuk mewartakan kematian dan kebangkitan sang Empunya kehidupan. Kedua, kesetiaan akan Ekaristi berarti kemauan kita mendoakan orang lain mendapatkan peneguhan, sebab dengan mengikuti perayaan Ekaristi, kita tidak hanya berdoa untuk diri sendiri, melainkan juga berdoa bagi kepentingan Gereja dan seluruh umat manusia, sebagaimana karya penebusan Kristus sendiri yang diperuntukkan bagi seluruh umat manusia dan ciptaanNya.

 


 

Oratio :

Yesus Kristus, teguhkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu.

Berkatilah juga mereka saudara dan saudari kami yang mengalami goncangan iman. Semoga Engkau sendiri meneguhkan mereka dengan penghiburanMu, sebab kami percaya hanya dalam kasih kuasaMu mereka akan kembali kepadaMu, yang menyelamatkan semua orang.  Amin.

 


 

 Contemplatio:

'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi'.

 

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening