Selasa dalam Pekan Paskah IV, 23 April 2013


Kis 11: 19-26  +  Mzm 87  +  Yoh 10: 22-30

 

 

 

 

Lectio :

Pada hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."

Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu."

 

 

Meditatio :

'Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami'. Inilah permintaan orang-orang Yahudi terhadap Yesus. Permintaan ini menunjukkan adanya kepercayaan mereka terhadap Yesus, Anak Manusia; tetapi di lain pihak, ada keraguan mendalam dalam hati mereka, karena Yesus tidak memenuhi harapan dan kemauan mereka. Yesus hadir tidak sesuai dengan konsep dan gambaran diri mereka; malahan tak jarang Yesus bertindak berlawanan dengan tradisi Yahudi yang sudah berjalan selama ini. Kemauan dan keinginan diri yang berlebihan memang akan mengaburkan iman kepercayaan seseorang kepada Dia sang Empunya kehidupan.

'Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku', tegas Yesus. Memang tidak dapat disangkal bahwa Yesus tidak pernah menyatakan siapakah diriNya sebenarNya. Dia hanya menunjukkan tugas dan pekerjaan yang dilakukanNya; ataupun seperti kemarin Yesus hanya menyatakan bahwa Dia adalah Gembala yang baik, Dialah Pintu yang mengarahkan kepada padang rumput yang hijau. Yesus hanya menyatakan tugas dan perutusanNya.

'Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku', tegas Yesus, apalagi merebut dari tangan Bapa. Namun semuanya ini akan terasa beda dengan mereka yang tidak percaya, sebagaimana dialami oleh orang-orang Yahudi yang bertanya kepada Yesus tadi. Mereka tidak mendapatkan apa-apa, malahan ragu dan gelisah jiwa mereka. Sekali lagi, karena mereka tidak percaya dengan segala yang dilakukanNya. Semua menuntut dan menuntut Yesus seperti keinginan dan gambaran mereka terhadap sosok seorang Mesias. Seseorang tidak akan menemukan kehadiran sang Mesias selama dia mempunyai konsep tersendiri tentang Mesias, tentang Yesus. Ada banyak orang yang menanti-nantikan sang Mesias, yang memang sudah turun ke dunia dan tinggal di tengah-tengah umatNya. Mereka tidak mampu memandang dan merasakan kehadiran sang Penyelamat dunia, karena mereka melihat segala yang ada di depan mereka berdasarkan gambaran diri mereka sendiri. Itulah yang pernah dialami oleh Maria dari Magdala yang melihat Yesus sebagai tukan kebun, dan kedua murid yang berjalan menuju ke Emaus yang melihat Yesus sebagai satu-satunya Orang asing di Yerusalem

Paskah mengingatkan kita semua, bahwa Dia yang telah bangkit dari kubur memberi keselamatan kepada seluruh umat manusia, tanpa terkecuali. Kesediaan mendengarkan suaraNya dan mengikuti panggilanNya sungguh-sungguh mendatangkan keselamatan. Tentunya kita yang telah berani mengikuti  dan berbangga bersama 'murid-murid di Antiokhia yang menerima sebutan Kristen', sebagaimana dikatakan dalam Kisah para Rasul, harus semakin hari semakin percaya kepadaNya. Kita tidak gelisah lagi memang, seperti kaum Yahudi yang mendatangi Yesus meminta kepastian, tetapi kiranya yang harus kita pastikan adalah langkah hidup kita sendiri, yang hari demi hari harus semakin mengandalkan Dia sang Empunya kehidupan.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkaulah sang Penyelamat kami. Bantulah kami dengan terang Roh KudusMu, agar kami semakin mengenal Engkau apa adanya, bahwa memang Engkau datang ke dunia hanya untuk menyelamatkan kami umatMu.

Yesus, buatlah kami semakin mengenal Engkau. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku'.

 

 

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening