Selasa dalam Pekan Paskah V, 30 April 2013


Kis 14: 19-28   +  Mzm 145  +  Yoh 14: 27-31

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus berseru, kata-Nya: "damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku".

 

 

Meditatio :

'Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu'.

Yesus melimpahkan damai secara istimewa kepada para murid, kepada kita semua. Hanya saja, damai yang diberikan tidak sama dengan damai yang diberikan dunia. Damai itu, tidak lain dan tidak bukan, adalah damai yang bersifat abadi dan kekal, dan beraroma surgawi. Damai itu tidak sebatas pada pengalaman insani yang memberikan ketenangan jiwa. Damai yang diberikan Yesus adalah damai yang semakin hari semakin mengarahkan seseorang berani meletakkan harapannya kepada Tuhan sang Empunya kehidupan, karena hanya bersandar padaNya kita beroleh ketenteraman jiwa, dan terlebih kita mendapatkan keyakinan diri untuk mendapatkan keselamatan kekal. Damai yang diberikan dunia sebatas pengalaman insani belaka.

'Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku'.

 Kepergian Yesus, bukanlah hal yang menyengsarakan mereka yang ditinggalkan, melainkan memberikan sukacita. 'Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada' (Yoh 14: 3), tegas Yesus. Dan seperti yang kita renungkan kemarin, 'Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu'. Yesus tidak meninggalkan para muridNya sendirian. Dia tetap mendampingi dan mendampingi orang-orang yang dikasihiNya; dan mereka yang mengasihi akan merasa senang, ketika Dia meninggalkan mereka, karena memang Dia pergi hanya untuk menyiapkan tempat bagi mereka, sebab di mana Dia berada, Yesus menghendaki para muridNya juga ada selalu bersamaNya.

'Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku'.

Penyataan Yesus ini menegaskan bahwa segalanya akan terjadi, walau seharusnya tidak perlu terjadi, karena memang dunia 'tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku'. Namun semuanya itu sesuai dengan kehendak Bapa di surga, yang memintaNya menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia. Dia datang hanya untuk melaksanakan kehendak Dia yang mengutusNya. Inilah ketaatan seorang Anak Manusia akan kehendak Bapa di surga. Allah menghendaki agar semua orang beroleh selamat. Ketaatan selalu negatif dalam perhitungan matematis, tetapi selalu surplus dalam perjalanan hidup seseorang, yang mengarahkan diri kepada Dia sang Empunya kehidupan.

 

 

Oratio :

Yesus, Engkau sumber kehidupan kami. Engkaulah kasih yang sempurna. Ajarilah kami hari demi hari semakin percaya kepadaMu, dan mengasihi Engkau dengan segenap hati, sehingga kami pun merasakan damaiMu yang tak terhingga itu dalam perjalanan hidup kami.

Yesus, bantulah juga kami siap berbagi damai dengan sesma kami. Amin.

 


 Contemplatio:

'Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening