Senin dalam Pekan Paskah IV, 22 April 2013


Kis 11: 1-18  +  Mzm 42  +  Yoh 10: 1-10

 

 

 

 

Lectio :

Yesus bersabda: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan".

 

 

Meditatio :

Seorang gembala domba yang baik akan selalu lewat melalui pintu keluar masuk kandang, 'dan domba-domba yang mendengarkan suaranya akan mengikuti dia' melalui pintu yang dibukanya. Domba-domba akan mengikutinya, karena mereka mendengarkan suaranya, sebaliknya seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya'. Inilah relasi komunikatif gembala dan domba. Inilah relasi Yesus dan kita umatNya. Pengenalan akan suaraNya membuat setiap orang akan semakin mengenal Dia, dan mau pergi ke mana saja Dia memanggilnya. Witing tresno soko kulino, cinta tumbuh karena sering berjumpa; demikian kita akan semakin mengasihi Dia sang Gembala, dan mau pergi ke mana Dia kehendaki, kalau kita sering mendengarkan suaraNya. Semakin sering mendengarkan, akan semakin mengenalNya, semakin mengenalNya membuat seseorang semakin mengasihiNya.

'Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'.  Siapakah yang dimaksud Yesus dengan mereka yang datang sebelum diriNya? Apakah para hakim dan nabi-nabi? Tentunya bukan. Namun tak dapat disangkal, penyataanNya itu hanya hendak memberi penegasan, bahwa kedatanganNya sebagai seorang Gembala adalah untuk memberi kehidupan, sebagaimana kehendak Bapa di surga yang mengutusNya, agar seluruh umat beroleh selamat. Menghakimi umatNya pun tidak, Dia hanya ingin menyelamatkan (Yoh 3: 17). Tidaklah demikian dengan para pencuri, yang hanya mau mencuri dan membinasakan. Perbandingan dengan pencuri, kiranya hanya untuk mempertajam tugas perutusan Yesus.

'Akulah pintu ke domba-domba itu', tegas Yesus. Yesus sendiri juga membingungkan banyak orang. Baru saja Dia berbicara tentang gembala yang suaranya didengarkan oleh domba-dombanya, kini tiba-tiba Dia berbicara tentang pintu. Dialah Pintu kepada domba-dombaNya. 'Akulah Pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput'.  Yesus adalah Pintu menuju keselamatan. PenyataanNya ini kiranya semakin bisa kita mengerti dengan sabdaNya tentang jalan, kebenaran dan hidup, di mana tidak ada orang sampai kepada Bapa tanpa melalui Dia (Yoh 14: 6). Yesus berkata demikian, karena memang hanya kepada Dialah Tuhan Bapa di surga berkenan (Mat 3: 17), karena Yesus dan Bapa adalah satu (Yoh 10: 30), 'Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa' (Yoh 10: 38), tegas Yesus.

Banyak domba tertarik dengan suaraNya, dan mereka datang dari pelbagai komunitas, termasuk mereka orang-orang yang tak bersunat, sebagaimana diceritakan dalam Kisah para Rasul (bab 11). Malahan, sebagaimana Allah menyatakan bahwa semua makanan itu halal, demikian pula semua orang berhak menerima keselamatan, sebagaimana Allah sendiri menghendaki semua orang selamat, dan tidak ada yang binasa. Allah mengasihi semua umatNya. Paskah mengingatkan kita semua bahwa Yesus menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia. Di kayu salib, Dia menarik semua orang datang kepadaNya untuk beroleh keselamatan, sebab memang pada saat itulah Dia menyatakan kemuliaanNya sebagai Tuhan dan Penyelamat.


 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkaulah sang Penyelamat kami. Engkaulah Pintu menuju keselamatan, hanya melalui Engkaulah kami semua, seluruh umat manusia, beroleh keselamatan. Maka bantulah kami, ya Yesus, untuk selalu siap mendengarkan sabdaMu yang menyelamatkan itu. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening