Hari Kedua Novena Roh Kudus, 11 Mei 2013


Kis 18: 23-28   +  Mzm 47  +  Yoh 16: 23-28

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus berseru kepada para muridNya: "Aku berkata kepadamu: sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."

 

 

Meditatio :

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku'.

Maka mintalah, kepadamu akan diberi; ketuklah, pintu akan dibukakan bagimu. Inilah janji Yesus kepada para muridNya. Yesus mengajak mereka untuk berani meminta dan meminta, tetapi 'sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu'.

Kenapa mereka belum meminta apa-apa? Apakah karena memang mereka tidak merasa berkekurangan? Mungkinkah orang yang bersama Yesus berasa kekurangan? Tak dapat disangkal, para murid malahan menikmati aneka pemberianNya selama ada bersama denganNya. Mereka tidak pernah meminta dan meminta, mereka malahan mendapatkan banyak hal. Dalam aneka pengadaan mukjizatNya, Yesus yang mengawali dan berinisiatif dan bukannya para murid. Sepertinya, hanya sekali para murid bernisiatif dan mengusulkan kepada sang Guru untuk melakukan sesuatu, walau tidak ada maksud mereka, agar Yesus mengadakan mukjizat untuk orang sebanyak itu (Mat 14: 15).

'Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu', tegas Yesus. Kata-kata kiasan mana yang dimaksudkanNya? Apakah aneka perumpamaan yang dimaksudkan?  

'Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia'. Kiranya penyataan Yesus ini hendak menegaskan bahwa segala sesuatu yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan, janganlah menggelisahkan diri kepada siapakah doa-doa itu kita arahkan? Kepada Bapa, atau kepada Yesus, sang Putera? Atau kepada Roh Kudus, yang memang berasal dari Bapa dan Putera? Hendaknya kita tidak mempersoalkan semuanya itu. Semua permohonan dan doa-doa, hendaknya diarahkan kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan; arahkan semuanya itu kepada Bapa dalam nama Yesus Kristus sang Putera, yang memang telah diutus Bapa di surga untuk menyelamatkan seluruh umatNya; bahkan Roh Kudus, Roh Kristus sendiri, mendorong setiap orang untuk berani berkata-kata 'dalam roh dan kebenaran' (Yoh 4: 23-24). Berkata-kata dalam roh dan kebenaran berarti berkata-kata dengan hati, yang memang melibatkan akal budi dan kehendak bebas. Doa hendaknya mengangkat jiwa, hati dan akal budi setiap orang.

 

 

Collatio:

Keberanian Petrus dan Paulus, Priskila dan Akwila, demikian juga Apolos, 'yang tak jemu-jemunya membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias', menunjukkan bahwa Roh Kristus selalu menyertai dan mendampingi mereka. Kristus tidak membiarkan mereka berkarya seorang diri. Dia selalu membantu dan mendampingi umatNya.

Semuanya akan selalu kita nikmati sebagai GerejaNya yang satu, kudus, katolik dan apostolik, yang melanjutkan Gereja para Rasul, bila kita memang selalu berani mengandalkan Roh Kristus, yang dijanjikan kepada setiap orang. Roh Kristus adalah Roh Allah yang kudus, yang mendampingi seluruh umatNya untuk mewartakan kebenaran, bahwa Dia sang Sabda yang menjadi Manusia telah mati dan bangkit demi keselamatan seluruh umat manusia.

 

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau mendapingi setiap orang untuk mewartakan kebenaranMu. Engkau menyatakan diri kepada setiap orang. Kuasailah kami dengan Roh KudusMu, agar kami tetap berani membawa sukacita bagi sesama kami. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu'.

 

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening