Hari Kesembilan Novena Roh Kudus, 18 Mei 2013


Kis 28: 16-31   +  Mzm 11  +  Yoh 21: 20-25

 

 

 

 

Lectio :

Suatu hari ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?" Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu." Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

 

 

Meditatio :

'Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu', kata Yesus kepada Petrus yang mempersoalkan  Yohanes. Mengapa Petrus mempersoalkan Yohanes? Bila Yudas Iskariot telah bertindak sebagai seorang pengkhianat, dan Yesus membiarkan dia pada pilihannya, bagaimana kebalikan dari seseorang yang lebih dikasihi Yesus? Apakah dia akan diijinkan sungguh duduk di sebalah kanan atau kiriNya kelak (Mat 20: 21)? Apakah pertanyaan Petrus tadi terlalu bercampurtangan dengan urusan orang lain, sehingga Yesus menanggapi demikian? Kecenderungan insani memang masih mampu mempengaruhi seseorang dalam mengejar kesempurnaan hidup. Kemungkinan besar hal inilah yang terjadi pada diri Simon Petrus.

Hidup rohani yang satu dan sama itu pun tidak mengabaikan adanya tantangan dari orang-orang sekitar yang tidak selalu sepaham dalam hidup bersama. Itulah juga yang dialami Paulus, sebagaimana diceritakan dalam Kisah Para Rasul (bab 25), yang bersharing: 'setelah aku diperiksa, mereka bermaksud melepaskan aku, karena tidak terdapat suatu kesalahan pun padaku yang setimpal dengan hukuman mati; akan tetapi orang-orang Yahudi menentangnya dan karena itu terpaksalah aku naik banding kepada Kaisar, tetapi bukan dengan maksud untuk mengadukan bangsaku'. Dia harus berhadapan dengan orang-orang sebangsanya, padahal untuk merekalah karya pewartaan pertama-tama diarahkan.

Hidup rohani dalam mengikuti Yesus tidak membuat seseorang berdiri di atas angin dan melayang ke sana ke mari. Bila ada yang demikian, memang perlu berani mengevaluasi dengan mendengarkan suara sesamanya. Mencintai Yesus membuat hidup semakin konkrit dan nyata, karena kita berhadapan dengan sang Empunya kehidupan.

 

 

Oratio :

Ya Yesus, mengenal Engkau berarti mengenal kehidupan yang sesungguhnya, karena memang Engkaulah sang Pemilik kehidupan ini. Ajarilah kami untuk merasakan kehadiranMu yang sungguh-sungguh nyata dalam keseharian hidup ini. Amin.

 

 

 Contemplatio:

''Ikutlah Aku'. 

 

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening