Hari Pertama Novena Roh Kudus, 10 Mei 2013

Kis 18: 9-18   +  Mzm 47  +  Yoh 16: 20-23

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus berseru kepada para muridNya: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu, dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku".

 

 

Meditatio :

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita'.

Para murid akan bersedih dan menangis, karena melihat dan bahkan merasakan dari dekat penderitaan dan sengsara yang akan dialami sang Guru. Dia disamakan dengan para penjahat. Dia didera, disiksa dan disalibkan. Wajarlah mereka bersedih dan menangis; tetapi sebaliknya, dunia bergembira, karena dapat meluapkan nafsu mereka untuk mendera Anak Manusia, dan mereka merasa menang mampu mengalahkan sang Kebenaran. Mereka bergembira karena merasa mampu menguasai kehidupan.

Namun dukacita berubah menjadi sukacita, karena kebangkitan sang Anak Manusia dari alam maut. Dia mengubah kematian menjadi kehidupan. Habis gelap terbitlah terang. Tidak ubahnya, 'seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia'.  Seorang ibu bergembira dan bersyukur, karena melihat kehidupan baru. Dia bergembira, karena mampu menolong dan membantu sang buah hati turun dalam kehidupan baru.

'Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita', tegas Yesus, 'tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu, dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepadaKu'. Ada bersama dengan Yesus memang tidak akan membuat orang bersedih hati.

 

 

Collatio:

'Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini'. Inilah janji Tuhan terhadap Paulus, dan kenyamanan dalam mewartakan firman Allah dinikmati oleh Paulus. 'Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan'.

Di manakah janji Tuhan, yang akan selalu melindungi Paulus? Apakah Paulus merasa jengkel dan kesal atas perlakuan orang-orang Yahudi pada saat itu? Apakah Paulus harus mengalami dukacita lagi? Bukankah Yesus sendiri juga telah berkata 'tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu?' Apakah Paulus sempat menyanyikan Marmur 77 ini juga dengan keras-keras: 'untuk selamanyakah Tuhan menolak dan tidak kembali bermurah hati lagi? Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya, telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun? Sudah lupakah Allah menaruh kasihan, atau ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya?'.

Paulus, bukan seperti kita memang yang mudah mengeluh. Saya tidak sabar. Saya mudah menyalahkan orang lain, dan menuduh mereka tidak mendukung saya.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkaulah Tuhan, hanyalah padaMulah kami menyembah. Bantulah kami, ya Yesus, dalam menghadapi salib kehidupan ini.

Yesus, kuasailah kami dengan Roh KudusMu, agar kami tetap berani membawa sukacita bagi sesama kami. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita'.

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening