Hari Raya Kenaikan Isa Al Masih, 9 Mei 2013

Kis 1: 1-11   +  Ef 1: 17-23  +  Luk 24: 46-53

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus berseru, kata-Nya: "ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini. Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."

Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

 

 

 

Meditatio :

'Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga'. Inilah spiritualitas Yesus, yang juga menjadi spiritualitas hidup semua orang kristiani. Semua orang yang mau mengikuti Anak Manusia, harus berani memanggul salib seperti Dia lakukan terlebih dahulu (Mat 16: 24), karena itu Yesus pun menambahkan: 'dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem'. Bertobat berarti berani hidup seperti Yesus, yang tentunya setiap orang, yang berani melakukan spiritualitas hidupNya, akan beroleh pengampunan dosa dan mendapatkan pengudusan diri.  Semuanya itu harus dilakukan dalam namaNya, karena memang Dialah Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Tidak ada guna segala sesuatu kita kerjakan, termasuk yang paling baik pun, kalau kita lakukan tidak dalam nama Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Sebab hanya dalam nama Tuhan ada kehidupan dan keselamatan.

'Kamu adalah saksi dari semuanya ini, dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku; tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi', tegas Yesus. Yang dimaksudkanNya tidak lain dan tidak bukan adalah Roh Kudus, Roh Kebenaran, 'yang akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang', sebagaimana kita renungkan kemarin. Berkat Roh Kebenaran para murid akan menjadi saksi-saksi Kristus, sebagaimana Roh yang satu dan sama itu memberikan kesaksian tentang Dia, sang Empunya kehidupan terlebih dahulu (Yoh 15: 26).

'Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania; di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga'.  Inilah peristiwa kenaikan Al Masih, Yesus Kristus, yang begitu sederhana; yang oleh penulis yang satu dan sama, yakni Lukas, dalam Kisah Para Rasul diceritakan: pada saat itu 'terangkatlah Yesus disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika para murid sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga'.

Dan pada waktu itu, 'mereka sujud menyembah kepada-Nya'. Inilah kesempatan pertama para murid bersama-sama bersujud menyembah; sebuah ungkapan penyembahan dan sekaligus pengakuan akan Tuhan Allah, sang Empunya kheidupan: Dia yang telah turun dari surga, maka Dialah yang kini naik ke surga menikmati kemuliaan Allah (Yoh 3: 13).

Setelah semuannya itu terjadi, para murid pun pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

 

 

Collatio:

Peristiwa kenaikan Isa Al Masih tidak dapat dilepaskan dari kebangkitan sang Penyelamat itu sendiri. Kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus tidak bisa dipisahkan satu sama lain; yang satu ada bersama yang lain. semuanya dikerjakan oleh Allah Bapa sang Empunya kehidupan.  Kuasa dan kemuliaan Allah kita, 'ditampakkanNya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang', sebagaimana dituliskan Paulus dalam suratnya kepada umat di Efesus (bab 5).

Perayaan kenaikan Isa Al Masih berarti perayaan syukur akan Allah yang Mahatinggi dan mulia, bahwa memang Dia adalah Allah, dan hanya padaNyalah kita menyembah.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkaulah Tuhan, hanyalah padaMulah kami menyembah. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Yesus yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga'.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening