Kamis dalam Pekan Biasa VII, 30 Mei 2013

Sir 42: 15-25  + Mzm 33  +  Mrk 10: 46-52



Lectio :
Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"  Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"  Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."  Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.  Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"  Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.


Meditatio :
"Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"  
Itulah teriakan seorang Bartimeus yang buta. Dia berteriak dan berteriak mohon belaskasihan dari Yesus, Anak Daud.  Darimana dia tahu bahwa Yesus adalah keturunan Daud? Apakah sudah benar-benar terkenalkah Yesus, sehingga orang miskin dan rakyat jelata mengenalNya? Yesus memang semakin terkenal di tengah-tengah masyarakat, tetapi mereka belum berani percaya dan mengikutiNya. 
Karena tidak mendapatkan perhatian, semakin keraslah dia berteriak dan berteriak:  "Anak Daud, kasihanilah aku!", tapi banyak orang malahan menegurnya supaya diam.  Yesus yang mendengarnya, akhirnya berhenti dan berkata: "panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."  Aneh juga orang-orang yang mengikuti Yesus ini, tadi sebelumnya mereka menegurnya supaya diam, sekarang malahan meneguhkan dia. Mereka berubah sikap karena panggilan dan kemauan Yesus. Semoga saja tindakan mereka yang mengikuti Yesus ini bukan seperti tindakan banyak orang yang ABS.
"Guru, supaya aku dapat melihat!". Inilah permintaan seorang Bartimeus. Sebuah permintaan yang jelas dan sederhana, walau harus mengalami aneka tantangan dari orang-orang sekitarnya, walau harus makan waktu yang boleh dikatakan cukup lama, karena memang Yesus ada di depannya.
"Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!", jawab Yesus kepadanya, dan pada saat itu terbukalah mata Bartimeus dan dia mampu melihat. Iman membuat segala-galanya menjadi indah dan membahagiakan. Iman membuat segalanya menjadi mungkin, walau bagi manusia semuanya itu serba sulit dan tidak masuk akal. Walau tak dapat disangkal, semuanya harus tetap melalui jalur prosedur sebagaimana adanya. Bukannya selama ini Bartimeus tidak pernah berdoa kepada Tuhan sang Empunya kehidupan untuk memohon belaskasihNya, bukannya selama ini dia tidak pernah berobat untuk mendapatkan kesembuhan matanya, bukannya dia tidak pernah mendengar siapakah Anak Daud, Orang Nazaret itu, malahan dia berteriak dan berteriak memanggilNya. Dia harus berteriak, karena banyak orang omong sendiri ketika mengikutiNya. Dia harus berteriak, supaya suaranya didengarkan. Dia orang miskin dan buta, masih dilarang meminta bantuan belaskasihan oleh orang-orang yang menyebut dirinya mengikuti Kristus. Iman membuat segalanya menjadi mungkin, walau tidak mengabaikan usaha dan perjuangan seorang manusia.


Oratio :
Ya Tuhan Yesus, kasihanilah kami orang berdosa. Kami hanya memohon belaskasihMu, sebab tak jarang kami ini lupa diri, bahwa kami ini orang-orang yang Engkau kasihi. Kami lupa jikalau kami juga harus berbuat kasih terhadap sesama kami. Amin.


Contemplatio :
Anak Daud, kasihanilah kami.


Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening