Kamis dalam Pekan Paskah V, 2 Mei 2013


Kis 15: 7-12   +  Mzm 96  +  Yoh 15: 9-11

 

 

 

Lectio :

Yesus bersabda kepada para muridNya: "seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh".

 

 

Meditatio :

 'Sama seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu', tegas Yesus kepada para muridNya. Yesus tidak hanya mengajar, agar kita berani berbagi kasih, melainkan Dia sendiri mendahului kita berbagi kasih. Dia tidak hanya mengajarkan, tetapi juga melaksanakannya. Dia telah menerima, Dia pula yang mengawali sesamanya untuk berani membagikannya. Karena itu, 'tinggallah di dalam kasih-Ku itu', tegas Yesus, agar mereka para murid menikmati kasihNya. Demikian juga kita diundangNya, agar kita boleh menikmati kasihNya.

Menikmati kasihNya, kiranya suatu panggilan yang tidak bisa diabaikan, sebagaimana diingatkan Yesus sendiri kepada Petrus; sebab 'jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku' (Yoh 13: 8). Ketidakmauan seseorang menikmati dan tinggal dalam kasihNya, membuat dia tidak mendapatkan bagian dalam di dalamNya, yakni keselamatan.

Bagaimana tinggal dalam kasihNya iu? Apakah dengan berleha-leha menantikan pemberianNya? Atau dengan berdoa tak kunjung henti? Atau dengan melakukan karya social? 'Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya', tegas Yesus.  Tinggal dalam kasihNya itu artinya melaksanakan kehendakNya. Tinggal dalam kasihNya itu berrti  mengasihi Dia sang Empunya kehidupan, sebab 'seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Sebaliknya barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku'  (Yoh 14: 23-24).  Tinggal dalam kasihNya menuntut kemauan seseorang untuk keluar dari dirinya sendiri dan menaruh perhatian kepadaNya, dan melakukan segala sesuatu yang dikehendaki Dia yang kita kasihi.  

'Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh'. Yesus meminta agar para murid, kita semua, mengasihi Dia, bukan karena Dia gila hormat dan kepuasan diri, melainkan hanya demi keselamatan diri kita sendiri. Sebab keselamatan hanya ada dalam nama Tuhan Yesus, bukan hanya dinikmati kelak di akhir jaman, melainkan mulai sekarang ini, keselamatan itu tumbuh dan berkembang. Dia meminta kita untuk mengasihi Dia, 'supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu, dan sukacitamu menjadi penuh'. Kepenuhan sukacita hanya terjadi dalam diri sang Empunya kehidupan.

 

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus, Engkau mengundang kami untuk tinggal dalam kasihMu. Ajarilah kami untuk tidak tenggelam dalam diri kami, dalam kesibukan kami sehari-hari, melainkan berani keluar dari diri kami dan menaruh perhatian terhadapMu sendiri, yang tak jarang hadir dalam diri sesama kami.

Ya Maria Kusuma Karmel, doakanlah kami. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening