Minggu dalam Pekan Paskah VI, 5 Mei 2013

Kis 15: 22-29   +  Why 21: 10-14  +  Yoh 14: 23-29

 

 

 

Lectio :

 Sabda Yesus kepada para muridNya: 'jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi".

 

 

Meditatio :

'Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku', tegas Yesus kepada para murid, kepada kita semua; sebaliknya, 'barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku'. Bagaimana mungkin seseorang mau mendengarkan perkataan seseorang yang tidak disukainya. Hanya orang-orang yang mencintai kehidupan dan keselamatan, mereka yang mengasihi Yesus akan mendengarkan sabda dan melaksankan firmanNya. Cinta melandasi diri setiap orang untuk melakukan kehendakNya.

'Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia, sebab firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku'. Kehadiran Allah sungguh-sungguh semakin terasa bagi setiap orang yang mengasihi Dia dan melaksanakan sabdaNya. Penyataan ini hendak menegaskan sungguh, bahwa Allah benar-benar mendatangi setiap orang yang melaksanakan sabdaNya. Karena kemauan Allah dilaksanakan, maka pasti Allah hadir dalam diri orang tersebut. Namun tidaklah dimaksudkan Allah mencari perhatian dari umatNya, melainkan karena memang hanya kehendak sang Empunya kehidupan yang memberikan keselamatan.

'Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu'. Perbedaannya tentu pada kualitas damai itu sendiri. Sebab damai, yang diberikan sang Empunya kehidupan, bersifat abadi dan kekal,  dan mengarahkan setiap orang kepada Kerajaan Surga. Damai yang berasal dari Atas memberi peluang setiap orang untuk semakin merindukan kehadiran ilahi yang menyelamatkan. Tidak demikian, dengan damai yang diberikan oleh dunia, yang tentunya amat bersifat insani, yang memang bersifat sementara dan kondisonal.

' Janganlah gelisah dan gentar hatimu, jika Aku berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu'. Kehadiran Yesus, yang tidak terikat oleh ruang dan waktu, memang mengikuti perjalanan ruang waktu, sebagaimana dirasakan oleh semua orang yang hendak diselamatkan itu. Dia harus pergi untuk dimuliakan di kayu salib. Dia harus pergi, tetapi segera kembali untuk menjemput semua orang, agar di mana Dia berada di situ pun orang-orang, yang dikasihiNya, ada.  Inilah keindahan percaya kepada Yesus, sang Empunya kehidupan: tinggal bersama Dia selalu. Karena itu Yesus menegaskan:  'sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi'.

'Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu'. Cukuplah dapat kita mengerti, bila Dia sudah pergi untuk menarik semua orang kepadaNya, Roh Kudus akan selalu mendampingi umatNya. Bukankah memang banyak orang menjadi pelupa, bila menghadapi kebenaran dan keselamatan, mengingat banyaknya kesibukan sehari-hari? Roh Kudus akan mendampingi GerejaNya, sebagaimana diceriatkan juga dalam Kisah Rasul tadi, dalam mengatakan kebenaran, dan bukannya kemauan dari satu-dua orang, yang memang tak jarang hanya untuk mencari kemenangan diri atau pun kelompok sendiri. Peran Roh Kudus tidak bisa dilepaskan dari Gereja, demikian pula sebaliknya Gereja tak bisa lepas dari peran Roh yang menyelamatkan itu.


 

Oratio :

Ya Yesus Tuhan, Engkau menghendaki kami agar semakin hari semakin mengasihi Engkau, yang memang hanya daripadaMu ada keselamatan. Bantulah kami, ya Yesus, dengan terang Roh kUdusMu, agar kami kedapatan setia sampai akhir hidup ini. Amin.


 

 Contemplatio:

'Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening