Pesta Santo Filipus dan Yakobus, Rasul, 3 Mei 2013


1Kor 15: 1-8   +  Mzm 19  +  Yoh 14: 6-14

 

 

 

Lectio :

Yesus bersabda kepada para muridNya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."

Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."

Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

  

 

Meditatio :

 'Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami'.

Itulah komentar Filipus ketika mendengar penegasan Yesus, ketika Dia menyatakan: 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku'. Yesuslah jalan, yang menentukan setiap orang untuk sampai kepada Bapa. Setiap orang dapat menjumpai dan bertemu dengan Bapa di surge, bila melalui Dia, yang hanya kepadaNya Bapa berkenan, dan bukan kepada yang lain.

Pertanyaan Filipus juga sebetulnya klarifikasi dari penyataan Yesus sendiri, yang menegaskan: 'sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia'. Filipus mengklarifikasi, karena memang jauh-jauh sebelumnya, Yesus tidak pernah menyampaikannya. Namun kiranya, pertanyaan ini sekaligus menunjukkan sejauhmana pengenalan Filipus, dan kemungkinan besar para murid lainnya, akan kehadiran Yesus di tengah-tengah mereka. Banyak dari mereka tidak mengenal sungguh siapakah Yesus, walau tidak dapat disangkal, mereka berkumpul setiap hari, mendengarkan suaraNya dan melihat wajahNya. Yesus adalah seorang Anak Manusia yang dibesarkan di Nazaret. Dia adalah seorang Guru yang mengajar dengan bijak dan penuh kuasa, tidak seperti guru-guru lainnya.

'Filipus, Filipus, telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?',  sahut Yesus menanggapi pertanyaan Filipus. Keserupaan Yesus dengan Bapa, karena kesatuan Mereka, dan bukannya kerupaan wajah; dan segala sesuatu yang dikatakan dan yang dilakukan sang Anak Manusia adalah kehendak Bapa yang mengutusNya.  'Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri', tegas Yesus. Pemahaman kita akan segala pekerjaan Yesus tentunya semakin mudah kita mengerti mengingat pengetahuan kita bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang menjadi Manusia. Dia sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh Manusia.

'Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu'. Inilah kehebatan setiap orang yang percaya kepada sang Empunya kehidupan, walau harus tetap disadari bahwa semuanya itu bisa terjadi, bukan karena kemampuan mereka, melainkan kasih karunia Allah sendiri, yang dimungkinkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Kepercayaan akan sang Isa Al Masih  memampukan setiap orang melakukan karya yang agung dan luar biasa, jauh lebih besar dari yang pernah dilakukan Yesus, Orang Nazaret itu.

Kedua, 'apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak'. Yesus memberi jaminan, bahwa segala permohonan orang-orang yang percaya akan mendapatkan perhatianNya sendiri. Sebab bagaimana mungkin seseorang dapat berani memanjatkan doa permohonan, bila dia tidak percaya kepadaNya. Kepercayaan diri kepada Yesus sang Empunya kehidupan memberi jaminan pada setiap orang untuk mengumandangkan aneka permohonannya kepada Tuhan. Kepercayaan bahwa Yesus akan melakukan segala yang indah pada dirinya, akan memberikan keringanan jiwa bagi setiap orang untuk berkata-kata dalam kasih Allah.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Tuhan, Engkaulah jalan, kebenaran dan hidup. Ajarilah kami setia berada dalam jalanMu, ya Yesus. Sebab tak jarang kami mudah menoleh ke kanan dan ke kiri. Kami tidak setia, bila hati kami merasa sepi dan tidak ada orang yang menyapa kami. Kami jauh kali dari semangat Yakobus, yang tak banyak bersuara, tetapi gema hidupnya sampai ujung bumi.

Santo Filipus dan Yakobus, doakanlah kami. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening