Pesta Santo Matias Rasul, 14 Mei 2013

Kis 1: 15-26   +  Mzm 113  +  Yoh 15: 9-17

 

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali berkatalah murid-murid-Nya: "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."

 

 

Meditatio :

'Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu', tegas Yesus kepada para muridNya.  Apa yang dinikmati Yesus hendak dibagikanNya kepada para muridNya, yakni mengalami hidup dalam kasih. Orang yang dikasihi Allah, bukanlah orang yang berdiam diri menikmati belaian tanganNya yang lembut, atau bermanja-manja dengan Dia. 'Kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, jikalau kamu menuruti perintah-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya; dan Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu'. Tinggal dalam kasih Yesus berarti hidup seperti Yesus sendiri, sebagaimana Yesus hidup. Bersikap dan bertindak seperti Yesus berarti bersikap dan bertindak yang dilakukan Yesus. Inilah tinggal dalam Yesus Tuhan, dan sebaliknya membiarkan Yesus tinggal dalam diri kita.

Kita diminta mengasihi, seperti Yesus telah mendahului mengasihi kita. Kita diminta mengasihi sesama, sebagaimana Yesus telah melakukan kehendak  Bapa, yang telah mengasihiNya. Menjadi seperti Yesus Tuhan itu bisa terjadi hanya dengan mengasihi sesama. Kasih yang bagaimana? Kasih yang memberikan nyawa bagi sahabat-sahabatnya, sebab 'tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya'. Yesus menghendaki semua orang yang mengikuti diriNya wajib perlu melakukan segala yang telah dilakukanNya; bukan pertama-tama segala perintah-perintah itu cukup dan hanya  dilihat dari kulitnya, melainkan isi dari perintah itu sendiri.

Yesus meminta semua orang tinggal dalam kasihNya,  'supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh'. Kepenuhan sukacita itu hanya terjadi hanya di dalam Tuhan Allah sang Empunya kehidupan, dan tidak sebatas dalam pengalaman insani seorang manusia.

Dalam relasi horisontal, Yesus menyatakan kasih karunia dari Allah Bapa  dan siap dibagikanNya kepada orang lain, karena Yesus melihat sesama manusia itu sebagai sahabat, yakni relasi yang setingkat dan semartabat, dan bukannya seperti seorang tuan terhadap hambanya. Karena itu, dalam penyataan tentang kasih terhadap, Dia menambahkan: 'kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku'. Sedangkan dalam relasi vertikal, Yesus memandang semua orang sebagai saudara-saudariNya, bila memang mereka melakukan kehendak Bapa di surga (Mat 12: 10).

Semuanya ini dilakukanNya, bukan karena Yesus memenuhi segala jasa dan kebaikan yang telah dilakukan oleh umatNya, melainkan semuanya itu dilakukan karena kasih dan kehendakNya sendiri, sebagaimana yang diperintahkan Bapa kepadaNya. 'Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu'.  Yesus membuat segala-galanya baik adanya. Yesus menghendaki semuanya baik dan indah bagi umatNya.

 

 

Collatio:

Ketidakmauan Yudas Iskariot tinggal dalam kasih Allah telah digantikan oleh Matias. Pesta santo Matias Rasul hari ini mengingatkan kita semua untuk berani selalu tinggal dalam kaish Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Kesiapsiagaan Matias menjadi rasulNya memberikan kepenuhan sukacita baginya dan menghasilkan banyak buah. Kesiapsiagaan Matias juga mengingatkan kita, agar ucapan Yesus: 'batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita; dan Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu' (Mat 21: 42-43), tidak dilontarkan kepada kita, karena keengganan dan kemalasan kita untuk tinggal dalam kasihNya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, bantulah kami dengan Roh KudusMu, agar kami selalu tinggal dalam kasihMu, memandang kehadiranMu sendiri dalam diri sesama kami. Semuanya Engkau kehendaki, karena Engkau mengasihi kami.

Santo Matias, doakanlah kami. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Tinggallah di dalam kasih-Ku itu'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening