Sabtu dalam Pekan Biasa VIII, 1 Juni 2013


Sir 51: 12-20  +  Mzm 19  +  Mrk 11: 27-33




Lectio :
Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, dan bertanya kepada-Nya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?"  Jawab Yesus kepada mereka: "Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!" Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi.  Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Maka kata Yesus kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."



Meditatio :
Tua-tua bangsa Yahudi, kaum Farisi dan para ahli Taurat terjebak dengan kata-katanya sendiri. Mereka sebenarnya hendak mencobai Yesus, tetapi mereka kelabakan sendiri oleh kata-kata mereka. 'Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu: baptisan  Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!'.
Yesus berkata demikian, karena mereka memprotes diriNya: dengan kuasa apakah Engkau melakukan segala sesuatu? Yesus membalik dan mengembalikan pertanyaan mereka sendiri. Ternyata bingung juga mereka tampaknya. Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata:  'jikalau  kita katakan: dari sorga, Ia akan berkata: kalau  begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi, masakan kita katakan: dari manusia!'. Sebab jikalau dikatakan dari manusia,  mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi.  Mereka takut menghadapi kekuatan massal.  Mereka menghadapi dilema yang sulit diterima, karena memang mereka tidak percaya. Ketidakpercayaan mempersulit hidup, sebaliknya seperti yang kita renungkan kemarin, kepercayaan mendatangkan keselamatan.
'Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu', jawab  Yesus kepada mereka, yang memang menjawab 'kami tidak tahu'. Impaslah. Mereka keliru dan salah! Mengapa mencari lawan kok Tuhan? Tuhan kok dilawan. Pasti kalah. Tidak ada orang yang mampu mengalahkan sang Empunya kehidupan Adakah ciptaan mengalahkan sang Pencipta?
Inilah kesalahan banyak orang dalam menghadapi hidup ini. Kita ini serba terbatas dan lemah. Kita tidak mampu memandang dengan jelas seseorang yang berdiri di kejauhan dalam jarak 1 kilometer dari kita. Kita tidak bisa terbang. Ada banyak keterbatasan kita. Walau tak dapat disangkal kita mempunyai kelebihan dari ciptaan lainnya. Walau tak dapat disangkal, kita mempunyai akal budi dan kehendak bebas, yang tidak akan dicabut oleh sang Pemberi hidup. Mengingat segala keterbatasan yang kita miliki, kita hendaknya tidak melawan sang Empunya kehidupan, malahan kita mintai bantuanNya, agar Dia menyempurnakan hidup kita. Hidup kita akan semakin sempurna bila memang berani meminta bantuan dari padaNya. Rugi besar, kalau kita melawan dan menentang Dia.
Atau kita beralih kepada kuasa-kuasa lainnya? Tak ada gunanya. Mereka itu semu. Mengapa harus berbalik dari sang Empunya kehidupan. Kelemahan kita yang paling besar adalah kemalasan. Tak jarang kita malas berbuat baik, dan bahkan malas melakukan kehendakNya. Tak jarang kita juga bertindak kurang bijak, karena hanya memikirkan perkara yang di sini dan sekarang. Sekali lagi, karena banyak dari kita malas bertindak bijak. Kitab Sirakh hari ini mengingatkan kita untuk selalu membekali diri ini dengan kebijaksanaan yang berasal dari Allah, yakni Firman Allah.



Oratio :
Ya Tuhan Yesus , hanya orang-orang yang merendahkan diri di hadapanMu dapat menikmati kehadiranMu, bahkan menikmati berkat dan rahmatMu. Kami mohon, semoga kami berani bertekuk lutut di hadapanMu, berkata jujur apa yang menjadi kelemahan dan kebutuhan kami, dan tidak malas-malas bila memang Engkau memanggil kami untuk mengambil anugerah yang telah Engkau sediakan bagi kami.
Santo Yustinus, Doakanlah kami. Amin.



Contemplatio :
Dalam kemurnian hati, kita mendapatkan kebijaksanaan Allah.















Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening