Sabtu dalam Pekan Paskah V, 4 Mei 2013

Kis 16: 1-10   +  Mzm 100  +  Yoh 15: 18-21

 

 

 

Lectio :

 Sabda Yesus kepada para muridNya: 'jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku".

 

 

Meditatio :

 'Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu'.

Yesus mengingatkan adanya tantangan dalam hidup, terlebih dalam menghayati kebenaran dan iman akan keselamatan dalam namaNya, adalah hal yang wajar dan lumrah. Semuanya itu sepertinya harus terjadi. Sepertinya harus terjadi, karena memang, jikalau semua orang tanpa terkecuali, memahami dan menginginkan kebenaran, maka aneka perlawanan dan pertentangan tidaklah terjadi. Namun tak dapat disangkal, banyak orang lebih menyukai kegelapan daripada terang  (Yoh 3: 19). Banyak orang enggan juga menikmati keselamatan, yang memang tidak bisa langsung dirasakan dengan lidah, sebagaimana makanan dan minuman, dan yang tidak bisa dilihat secara kasad mata. Yesus tidak memaksa mereka untuk kembali berbalik sebagaimana mereka semua diciptakan sebagai gambarNya, sebaliknya Dia merangkul mereka dan mengundangnya kembali menikmati kasih Bapa. Yesus hanya mampu mengetuk pintu hati mereka untuk berani membukakan bagi kehadiranNya.

'Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu', tegas Yesus. Yesus mengingatkan, karena memang Dia telah mengalami terlebih dahulu aneka tantangan dan perlawanan itu, bahkan mereka membenci diriNya. Para murid akan mengalami aneka tantangan itu, mengingat keterpilihan mereka oleh sang Empunya kehidupan.  'Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu'.  Keterpilihan diri oleh Allah memang patut dibanggakan, para murid dan kita semua, menjadi anak-anak Allah, tetapi sekaligus bahwa semuanya itu hendaknya tidak dinikmati seorang diri, melainkan kita diminta untuk berani berbagi dengan sesama, bukan dengan mereka yang jauh di sana, melainkan dengan mereka yang ada di sekitar kita, di mana kita berada.

Segala yang dialami Yesus, sebagai seorang Guru akan dialami oleh para murid. 'Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu'. Derita dan kematian, yang mungkin tidak separah yang telah dialami oleh Yesus Tuhan sendiri, akan tetap dialami oleh orang-orang yang mengikutiNya, tetapi salib akan tetap dirasakan oleh setiap orang yang percaya kepadaNya. Demikian kegembiraan dan sukacita dalam pewartaan sabda akan dialami oleh setiap orang yang ambilbagian di dalamnya, sebagaimana kemauan Dia sendiri, seperti yang kita renungkan kemarin, yang membagikan sukacita yang dimilikiNya, agar sukacita kita  menjadi penuh.

Sekali lagi salib akan dirasakan oleh setiap orang yang percaya kepadaNya. Tantangan dan perlawanan, bahkan penolakan akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepadaNya, 'yang semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku'. Dia datang bukan atas kemauanNya sendiri, bukan untuk mencari pengikut, melainkan hanya untuk melaksanakan kehendak Bapa yang menginginkan semua orang beroleh selamat.

Alasan inilah yang juga mendorong para Rasul dalam mewartakan sabda dan kehendak Tuhan, sebagaimana diceritakan dalam kisah para Rasul tadi (bab 16). Mereka pergi ke mana saja, seturut panggilan dan perutusanNya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Tuhan, mengikuti Engkau memang tidak membebaskan seseorang dari aneka tantangan hidup. Bantulah kami, ya Yesus, dengan kasihMu, agar kami hari demi hari semakin mampu memanggul salib kehidupan kami, bukan sebagai beban melainkan ambil bagian salibMu yang menghantar kepada keselamatan. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku'.  

 

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening