Selasa dalam Pekan Biasa VIII, 28 Mei 2013


Sir 35: 1-11   +  Mzm 50  +  Mrk 10: 28-31

 

 

 

 

Lectio :

Pada suatu saat berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!"

Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

 

 

Meditatio :

          'Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!', kata Petrus menanggapi penyataan Yesus yang menegaskan sulit sekali masuk Kerajaan Allah bagi orang-orang kaya. Kekayaan telah menghalangi mereka untuk menikmati sukacita abadi. Kalau orang kaya disuruh menjual harta benda yang dimilikinya, sebagaimana kita renungkan kemarin, bagaimana dengan kami yang telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikutNya? Apakah Petrus merasa mampu bertindak lebih daripada yang dituntut Yesus? Apakah Petrus  merasa bahwa dirinya telah menjual segala harta benda yang pernah dimilikinya, sehingga sekarang menuntut balas jasa secara khusus? Atau apakah Petrus hanya membuka wacana baru dengan pertanyaannya itu?

'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus, 'sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Inilah penyataan Yesus, yang sungguh-sungguh menjanjikan, walau tentunya sulit juga kita mengerti. Di satu pihak, orang harus berani meninggalkan segala yang dimilikinya, tetapi di lain pihak dia akan mendapatkan banyak hal yang lebih menyenangkan dan ada secara berkelimpahan, bukan hanya tujuh kali lipat sebagaimana dikutip oleh kitab Sirakh (bab 35) hari ini, malahan seratus kali lipat jumlahnya dari yang ditinggalkan. Bagaimana mungkin semua itu bisa terjadi, padahal semuanya itu akan terjadi di saat yang bersamaan mendapatkan perlawanan dan penganiayaan? Meninggalkan segala, tetapi mendapatkan segala-galanya secara berkelimpahan; bahkan mendapatkan kehidupan kekal. Sungguh menarik!

Namun Yesus juga membalik penyataanNya tadi, yakni bila seseorang hanya pamrih dalam hidupnya, dia meninggalkan segala sesuatu hanya untuk mendapatkan yang lebih banyak dari yang dimilikinya, dan bukan dipersembahkannya bagi Tuhan sang Empunya kehidupan, malahan dia tidak akan mendapatkan sesuatu daripadaNya. Karena itu Yesus menambahkan:  'banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu'. Inilah hidup matre yang lembut dan halus. Bagaimana itu matre yang lembut dan halus? Seseorang kaya yang kita renungkan kemarin adalah dia yang terdahulu, karena memang dia tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tidak merampok dan dia menghormati kedua orangtuanya, tetapi menjadi yang terakhir, karena satu kekurangan yang dipertahankan dalam hidupnya.

Kiranya sikap yang paling tepat dan sesuaui dengan kehendak Tuhan Allah sendiri adalah dengan 'mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan' (Mat 6: 33).

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau mengajari kami untuk berani mengandalkan kekuatan daripadaMu, kekuatan ilahi, yang tidak dimakan waktu. Bantulah kami, ya Yesus, agar kami selalu setia dalam mencari Engkau, dan mengutamakan Engkau di atas segalanya. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu'.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening