Selasa dalam Pekan Paskah VI, 7 Mei 2013

Kis 16: 22-34   +  Mzm 138  +  Yoh 16: 5-11

 

 

 

Lectio :

Sabda Yesus kepada para muridNya: 'sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum".

 

 

Meditatio :

'Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita'. Penyataan Yesus ini menegaskan kenyataan yang dialami para murid. Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan bergembira dengan kepergianKu (Yoh 14: 28); seharusnya para murid bergembira dengan kepergian Yesus, yang memang hendak menyiapkan tempat bagi mereka, bagi semua orang yang percaya kepadaNya, tetapi ternyata tidaklah demikian. Mereka sedih dan berduka dengan kepergianNya. Namun demikian, kesediaan dan perasaan umatNya tidak mengubah rencana dan kehendak Bapa di surga untuk menyelamatkan umat manusia. Malahan Yesus menambahkan, 'adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu'. Kalau Yesus tidak pergi memang Roh Penghibur tidak akan datang, mungkin secara logis bisa kita pahami, tetapi apakah bisa dipahami bahwa kedatangan sang Penghibur itu lebih berguna dari pada kehadiran Dia sendiri? Dalam artian yang bagaimana bahwasannya kedatangan Roh Kudus lebih berguna? Bukankah kehadiran Yesus sendiri di tengah-tengah umatNya amat dirasakan oleh setiap orang? apakah penyataanNya ini hanya hendak menegaskan bahwa kehadiranNya dalam sejarah manusia ini amat terikat oleh ruang dan waktu, walau Dia sendiri mengatasi ruang dan waktu? Mungkin untuk sementara dapat kita mengerti seperti itu.

 'Kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman', tegas Yesus yang menegaskan tugas perutusan Roh Kudus. Roh Kudus menyadarkan dunia, pertama akan 'akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku'. Ketidakpercayaan dunia akan Tuhan Allah adalah suatu dosa, karena ketidakpercayaan akan Allah berarti ketidakselamatan dunia, yang memang tidak direncanakan semenjak semula. Kepercayaan akan Allah berarti keinginan akan keselamatan, karena memang Allah sang Empunya keselamatan. Kedua, 'akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi', Yesus kembali kepada Bapa, karena Bapa dan Putera adalah satu. Sang Anak Manusia tidak membiarkan diri dikuasai oleh ruang dan waktu. Dia secara sengaja turun ke dunia, guna menunjukkan keseriusan diri Allah yang mencintai umatNya. Inilah kebenaran bahwasannya Allah menyelamatkan umatNya. Kasih Allah mengatasi segala. Ketiga, 'akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum', yakni berkat kematian dan kebangkitan Kristus. Kehidupan dinyatakan sebagai sang Pemenang atas maut. Tak dapat disangkal memang, karena kodratnya, semua orang akan mengalami kematian, tetapi kematian tidak menguasainya lagi, berkat kebangkitan Yesus Kristus, sang Paskah mulia.

 

 

Collatio :

          Kehebohan penjara sebagaimana dilakukan oleh Paulus dan Silas inilah yang terbayang dalam pemikiran banyak orang dewasa ini. Kisah para Rasul (bab 16) menceritakan bagaimana kedahsyatan kuasa Allah yang ditampakkan pada diri orang-orang yang melawan kebenaran, yang diwartakan para Rasul. Peristiwa monumental semacam inilah yang dinginkan banyak orang dewasa ini. Banyak orang lupa bahwasannya semuanya itu terjadi hanya karena peristiwa Paskah Kristus. Paskah Kristus yang harus diwartakan dan dinyatakan oleh setiap orang dalam karya pekerjaan sehari-hari, dan bukannya aneka peristiwa,  buah-buah dari karya penyelamatan Kristus. Paskah Kristus yang harus diwartakan, dan bukannya karya para Rasul dalam mewartakan Paskah mulia. Paskah Kristus tetap pada pola pewartaan Kerajaan Allah dari semula, agar yang lain dapat ditambahkan oleh Dia sang Empunya kehidupan ini (Mat 6: 33).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Tuhan, Engkau mengutus Roh KudusMu untuk mengingatkan kami akan karya cinta kasihMu yang telah Engkau lakukan di tengah-tengah kami. Semoga RohMu sendiri menjiwai kami dalam setiap langkah hidup kami, karena memang kami amat merindukan keselamatan yang berasal daripadaMu. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening