Hari Raya Hati Kudus Yesus, 7 Juni 2013

Yeh 34: 11-16   +  Rom 5: 5-11  +  Luk 15: 3-7

 

 

 

Lectio :

          Suatu hari Yesus Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."

 

 

Meditatio :

'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan

'Aku berkata kepadamu: akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'.

Inilah penegasan Yesus dengan mengungkapkan sebuah perumpamaan yang mengajak himpunan surgawi untuk bersukacita bersama-sama denganNya, sebab dombaNya yang hilang telah diketemukan kembali. Pertobatan mendatangkan sukacita di surga. Pertobatan mengandaikan seseorang menerima uluran tangan sang Gembala untuk ditarik kembali kepadaNya. Gembala kita adalah Gembala yang baik hati. Gembala yang tahu akan kebutuhan kawanan dombaNya, sebagaimana diceritakan dalam kitab Yehezkiel (bab 34), Dia 'meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya'.

Yesus menyatakan hal ini, karena memang sebelumnya Dia mendapatkan protes keras dari orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Mereka protes: 'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka'. Bagaimana seorang Guru bergaul dengan para pendosa?  Bukankah Dia harus mengajarkan kebaikan dan kebajikan? Mengapa Dia malahan mengajak para muridNya bergaul dengan para pemungut cukai dan pendosa?

Mereka memang tidak bisa mengerti seorang Guru bergaul dengan orang-orang berdosa. Mereka tidak bisa mengerti Tuhan yang Pengasih itu menyapa dan memanggil mereka semua untuk kembali datang kepadaNya. Yesus menyapa mereka, karena Allah menghendaki mereka beroleh selamat; dan sungguh pertobatan mereka membawa sukacita di surga. Sukacita itulah yang juga sepertinya sulit kita mengerti, karena memang mengatasi daya mampu nalar untuk memahami kehendak Allah (Luk 15: 20-24).

Yesus bukan saja memanggil mereka, malahan Dia rela mati untuk orang-orang berdosa, untuk kita semua. Itulah yang diwartakan oleh Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma (bab 5). Kalau orang-orang durhaka saja mendapatkan perhatianNya, tentunya apalagi kita yang telah dibenarkan olehNya, kita akan diperdamaikan dengan Allah dan diselamatkan oleh hidupNya. Semuanya dilakukan karena memang sang Guru sungguh-sungguh mempunyai hati kepada kita umatNya. Dia tidak memperhitungkan segala dosa dan kelemahan kita, malahan sebaliknya Dia menghendaki agar kita semua beroleh selamat.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, hatiMu sungguh lembut dan mempesona. Engkau menyelamatkan setiap orang untuk menikmati kehadiranMu menyelamatkan. Jadikanlah hati kami juga menjadiseperti hatiMu. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Aku berkata kepadamu: akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening