Hari Raya santo Petrus dan Paulus, 29 Juni 2013


Kis 12: 1-11   +  2Tim 4: 6-8  +  Mat 16: 13-19

 

 

 

Lectio :

Pada suatu hari setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

 

 

Meditatio :

'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'.

Inilah jawaban seorang Petrus tentang pengenalannya kepada Yesus, sang Guru, Orang Nazaret. Pengenalan Petrus yang melejit mendahului pengenalan orang-orang pada jamannya. Sebab banyak orang mengatakan, bahwa Yesus adalah 'Yohanes Pembaptis, Dia adalah Elia, Dia adalah Yeremia, minimal Dia adalah salah seorang dari para nabi'. Petrus mengenal Yesus sepertinya berdasar pada pengalaman pribadi, dan bukannnya apa kata orang.

'Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga', sahut Yesus. Ternyata kasih karunia Allah berkata-kata melalui Petrus. Kelemahan, keterbatasan dan agresifitas Petrus tidak menghalangi Allah untuk berkarya dalam dirinya. Allah berbicara melalui orang-orang yang sungguh-sungguh insani, yakni mereka orang-orang yang masih terikat gaya hidup dunia. Bapa di surga, yang Mahakuasa dan Maharahim, berbicara melalui seorang Petrus.  'Aku pun berkata kepadamu: engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'. Apakah yang disampaikan Yesus ini, karena Anak Manusia hanya mau ikut-ikutan akan kemurahan hati sang Bapa? Apak Yesus latah untuk berbuat baik, sebagaimana telah dinyatakan oleh Bapa di surga yang Mahamurah?

Yesus tidak berkata-kata dari diri sendiri. Segala yang disampaikan adalah kehendak Bapa yang mengutusNya. Sebab memang Bapa dan Anak adalah Satu.

Simon Petus mendapatkan kuasa yang begitu hebat luar biasa. Dia mendapatkan kuasa pemegang kunci Kerajaan Surga. Allah sungguh-sungguh menyatakan diri, bukan kepada orang-orang yang cerdik dan pandai, melainkan kepada mereka orang-orang kecil; bukan kepada mereka orang-orang Farisi dan para ahli Taurat, yang memang telah menduduki kursi Musa, melainkan kepada mereka orang-orang yang berusaha setia untuk mendengarkan sabda dan kehendak sang Guru agung dan mulia.

Pengenalan Petrus, bukanlah semata-mata pengenalan insani, melainkan pengenalan seorang pribadi yang setia mendengarkan suara dan kehendak Bapa di surga; pengenalan yang berdasar perjumpaannya sehari-hari dengan sang Empunya kehidupan ini. Tanpa pengenalan pribadi semacam ini, Petrus tidak akan mampu berkata-kata tentang Dia Anak Allah yang hidup.

'Berbahagialah engkau Paulus, sebab bukan manusia yang menyatakan diri kepadamu, melainkan Aku yang di sorga'. Ucapan seperti itulah yang kira-kira diucapkan Yesus kepada Paulus, yang memang pernah mengejar dan menganiayaNya (Kis 9). Dia, bukan saja orang yang tidak menyenangi para pengikut Kristus, melainkan juga penganiaya dan hendak membinasakan semua orang, para murid Yesus.  Sekali lagi, Allah berkarya dalam diri orang-orang yang berada di luar perhitungan insani umat manusia pada umumnya.  'Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku', kehendak Yesus bagi Paulus. Itulah Paulus yang hidup.

'Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya', seru Paulus (2Tim 4). Inilah keyaknian seorang yang benar-benar beriman kepada sang Empunya kehidupan. Dia, yang sadar akan belaskasih dan kemurahan hati Tuhan, yakin bahwa segala yang indah akan diberikan Tuhan pada waktunya, pada hariNya, dan bukan pada hariku. Kehendak Allah itu juga akan dinikmati oleh semua orang yang berkenan kepadaNya, yakni mereka semua yang merindukan keselamatan daripadaNya, sebab memang mahkota kebenaran itu diberikan, 'bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya'.

 

 

Oratio :

Ya Yesus, Engkau begitu mengasihi Petrus dan Paulus. Engkau tidak memperhitungkan kelemahan dan keterbatasan mereka. Karena memang Engkau Mahamurah dan baik hati. Semoga kami pun berani menikmati kasih karuniaMu yang indah itu, berkat rahmat kebangkitan yang telah Engkau limpahkan kepada kami.

Santo Petrus dan Paulus, doakanlah kami. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'.

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening