Hati Tersuci Maria Perawan, 8 Juni 2013


Tb 12: 5-15   +  Rom   +  Mrk 12: 38-44

 

 

 

Lectio :

          Suatu hari dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."

Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

 

 

Meditatio :

'Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat'.

Penegasan Yesus kepada para murid agar waspada dan berhati-hati kepada kejahatan dan kemunafikan yang dilakukan ahli-ahli Taurat. Mereka bertindak munafik, karena suka berjalan-jalan dengan memakai jubah panjang, suka menerima penghormatan di pasar, suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, suka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang, dan bahkan menelan rumah janda-janda. Mereka, bukannya menolong orang lemah dan tak berdaya, malahan sebaliknya membinasakan sesama. Inilah kejahatan para ahli Taurat.

Janganlah para murid mengikuti mereka. Janganlah juga kita mencontoh perbuatan dan tindakan mereka. Karena memang apa yang mereka lakukan tidak mendatangkan berkat, malahan sebaliknya mendatangkan hukuman. 'Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat'. Lebih baik, kita yang sudah diperingatkan, tidak perlu mengulanginya; bukan supaya tidak mendapatkan hukuman, tetapi karena memang semuanya itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan sang Empunya kehidupan.

Yang dilakukan oleh para ahli Taurat berkebalikan dengan yang dilaksanakan oleh seorang janda miskin; dia malahan memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya. Ahli-ahli Taurat, yang mempunyai kedudukan istimewa dalam masyarakat, bukannya memberi contoh, malahan menipu kaum janda, sebaliknya, para janda miskin yang seharusnya mendapatkan pelayanan dan perhatian, malah memberanikan diri untuk memberi dan memberi. Benarlah yang dikatakan dalam kitab Tobit: 'memberi sedekah melepaskan diri dari maut dan menghapus  setiap dosa. Orang yang memberi sedekah akan mencapai umur panjang; sebaliknya orang yang melakukan dosa dan kejahatan, merugikan diri sendiri' (bab12).

Tak dapat disangkal memang, pada waktu itu dengan mata kepala sendiri Yesus memperhatikan seorang janda miskin yang memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: 'sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini dari kekurangannya'. Kemungkinan besar, tidak sulit bagi seseorang untuk memberikan sesuatu, karena kelimpahan yang dimilikinya, tetapi sulit dimengerti, bila ada seseorang yang memberi dari kekurangannya. Benarlah apa yang dikatakan Paulus kemarin dalam suratnya kepada umat di Roma (bab 5), bahwasannya tidak mudah seseorang mau mati bagi orang benar, tetapi kemungkinan besar ada orang yang mau mati bagi orang yang baik. Dia berkekurangan, tapi tetap berani memberi dan memberi. Orang-orang seperti janda miskin inilah yang sering terjadi dalam hidup bersama ini sekarang, berani memberi hidupnya dalam pengabdian kepada Gereja dan masyarakat. Mereka hidup tidak dalam dalam kelimpahan harta benda, tetapi mereka berani berbagi kasih dalam pelayanan terhadap sesama. Mereka ini juga meneladan Maria, sang bunda, yang memang mempunyai hati terhadap sesamanya.  Hari ini kita diminta meneladan Maria, sebagai seorang di antara kita yang telah sukses mengikuti sang Guru.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, ajarilah kami mempunyai kerendahan hati dalam hidup sehari-hari, tidak mudah mencari muka atau hanya supaya orang lain senang. Bantulah kami, ya Yesus, agar kami benar-benar mempunyai hati terhadap sesama, sebagaimana diteladankan Maria sebagai seorang di antara kami yang setia mengikuti Engkau.

Maria, bunda kami, doakanlah kami. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Hendaknya tidak mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening