Jumat dalam Pekan Biasa X, 14 Juni 2013

2Kor 4: 7-15 + Mzm 116 + Mat 5: 27-32





Lectio :

Kata Yesus kepada para muridNya: "kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah".





Meditatio :

'Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya'.
Inilah pendalaman dan penyempurnaan yang dilakukan Yesus terhadap kitab para Nabi dan hukum Taurat. Zinah adalah sebuah tindakan dan perbuatan yang mengalir dari dalam diri manusia , yakni pikiran. Pikiran kotor akan membuat kotor juga jiwa dan badan. Karena itu, dosa sudah diperhitungkan semenjak awal. Memandang perempuan serta menginginkannya membuat seseorang sudah berzinah di dalam hatinya. 'Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Demikian juga, jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka'.

Namun apakah mata yang salah? Apa tangan yang harus menanggung derita dari perbuatan mereka. Jujur saja, bukan mata atau tangan kita yang bersalah. Tahu apalah mata dan tangan kita akan semuanya itu? Mata melihat segala sesuatu apa adanya? Tangan pun bergerak ke sana kemari bukan karena kemauannya sendiri, melainkan karena pikiran yang berjalan ke mana dia kehendaki. Mata melihat apa adanya, tetapi pikiran yang memberi makna pada sesuatu. Apa yang kita lihat hanya satu dan sama, tetapi makna berbeda bagi kita seorang dengan lainnya, karena memang kita memberikan makna yang berbeda sesuai keinginan dan kemauan kita.

Laki-laki menjadi sasaran tembak, karena memang dunia patriakhal, tetapi juga tidak dapat disangkal daya seksual lelaki dapat ditangkap secara matematis, dan tidaklah demikian dengan perempuan. Sexualitas laki-laki dapatkah menjadi obyek penelitian ilmiah, tetapi mungkin tidaklah terjadi dengan kaum perempuan.

'Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya'.
Itulah yang terjadi dalam Perjanjian Lama. Yang sebenarnya, Yesus meluruskannya, tidaklah boleh terjadi perceraian, karena memang yang telah disatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan manusia. Musa mengizinkan, dan menuliskannya dalam hukum Taurat, bukan karena dia mendapatkan izin dari Allah, melainkan karena ketegaran umat yang dikasihi Alah.
'Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah'. Penegasan Yesus ini benar-benar menyatakan bahwa memang Allah tidak menghendaki perceraian semenjak semula. Sekali lagi, kaum adam menjadi sasaran tembak dari Yesus, karena mereka merasa menang diri dan pemilik dari kaum hawa, yang nanti sebaliknya, malahan dirundukkan oleh Yesus dengan mengatakan bahwa mereka harus meninggalkan orangtuanya dan menyatukan diri dengan isterinya. Kemandirian seorang laki-laki (suami) ditampakkan dalam kebersatuan dengan seorang perempuan, yakni isterinya. Dan atas dasar inilah kiranya Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus (bab 4) juga menyatakan harta pelayanan ini dimilikinya dalam bejana tanah liat; semuanya berharga bila menyatukan diri dalam dan bersama Yesus. Kemandirian seorang suami tampak nyata dalam kebersatuannya dengan sang isteri.





Oratio :

Yesus Kristus, Engkau menunjukkan kembali kemauanMu untuk membaharui hukum Taurat yang dilecehkan oleh kami umatMu. Engkau mengatakan kembali semuanya itu dengan hukum cinta kasihMu.
Yesus, bantulah kami dalam mengerti sabda dan kehendakMu. Amin.




Contemplatio :

Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening