Jumat dalam Pekan Biasa XI, 21 Juni 2013


2Kor 11: 21-30   +  Mzm 34  +  Mat 6: 19-23

 

 

 

Lectio :

Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada para muridNya: 'janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu".

 

 

Meditatio :

'Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada'.

Apakah kita tidak boleh mempunyai harta? Harta yang bagaimana dapat disimpan di surga? Sulit kita jawab memang, karena Yesus sendiri tidak memberikan keterangan sedikitpun: harta bagaimana yang dimaksudkan. Namun baiklah, tempatnya saja yang kita pikirkan bersama, yakni bahwa di mana harta kita berada, di situ pula hati kita berada. Surga bahagia yang kiranya menjadi harapan dan impian bagi kita bersama dalam menikmati perjalanan hidup ini.

Satu hal yang tidak boleh kita ingkari adalah adanya rahmat kebangkitan yang telah kita terima dari Kristus sendiri. Berkat kematian dan kebangkitanNya dari alam maut, kita semua dimungkinkan untuk menikmati kebangkitan di akhir jaman. Tubuh dan jiwa kita akan diperkenankan menikmati sukacita ilahi dalam Kerajaan Surga. Barang siapa percaya kepadaKu akan beroleh kehidupan kekal, dan dia akan Kubangkitan di akhir jaman (Yoh 11). Maka kiranya harta yang dapat kita simpan dalam surga adalah tubuh, jiwa raga kita sendiri. Tubuh dan daraha kita, jiwa raga kita inilah yang dapat kita simpan dalam surga mulia. Kita mempunyai peluang, dan bahkan jaminan, menempatkan tubuh kita dalam surga mulia, berkat kematian dan kebangkitan Kristus, sang Penyalamat.

Kalau keinginan kita semakin hari semakin kuat untuk menampatkan hidup kita ini, maka pikiran dan hati kita pun akan terarah selalu kepada surga mulia.  Sebab di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Kita kondisikan sekarang dan selalu, agar hati dan budi kita selalu terarah kepada Dia sang Empunya Surga, tempat di mana Dia bertakhta mulia. Ketertarikan kita kepada surga membuat kita pun memandang segala sesuatu indah apa adanya. Mata kita akan bercahaya, karena pancaran kasih meluap selalu dalam diri kita. Maka benarlah apa yang dikatakan Yesus sendiri: 'mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu'.

Apakah semua orang mempunyai kemampuan menyimpan harta di surga? Semua orang mempunyai kemampuan, bukan karena jasa-jasa kita umatNya, melainkan karena kasih Kristus sendiri yang telah menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia. Kita beroleh rahmat kebangkitan berkat kematian dan kebangkitan Kristus. Maka Paulus juga mengingatkan kita, sebagaimana dikutip dalam bacaan hari ini (2Kor 11), agar kita bangga akan kelemahan-kelemahan kita, kita tidak menjauhinya, bahkan putus asa. Semakin lemah aku semakin kuat, karena kepercayaanku kepada Kristus. Keterbatasan dan kelemahan seseorang, bukannya membuat seseorang mundur, melainkan semakin berani mengandalkan kekuatan dari Tuhan Yesus sang Empunya kehidupan.

 

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk menyimpan seluruh harta hidup ini dalam surga mulia bersamaMu, agar kami beroleh kemuliaan kekal bersamaMu, bersama para kudusMu, khususnya santi Aloisius Gonzaga. Semoga kami mampu mengarahkan hati dan budi kami hanya kepadaMu, walau adanya kegiatan dan kesibukan kami sehari-hari.

Yesus, berkatilah kami selalu dengan Roh KudusMu. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Kumpulkanlah bagimu harta di sorga'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening