Peringatan Santo Barnabas Rasul, 11 Juni 2013



Kis 11: 21-26  +  Mzm 98  +  Mat 10: 7-13






Lectio :

Sabda Yesus kepada para muridNya: "Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.  Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.  Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.  Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu".




Meditatio :

'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'.
Inilah tugas perutusan yang diterima para murid. Mereka diminta untuk mewartakan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat. Kerajaan Surga  adalah sebuah realitas, di mana Allah sendiri meraja dan tidak ada yang lain. Kerajaan dunia adalah kerajaan di mana dunia, manusia khususnya, meraja dan memerintah. Kerajaan Surga adalah Kerajaan Allah. Kerajaan Surga sudah dekat, karena memang Allah menghendaki seluruh umat manusia menikmati kasih karuniaNya. Kerajaan Surga tidak menutup akal budi dan kehendak bebas untuk tetap berperan dalam panggilan kodrati umatNya. Keterpautan manusia pada kehendak Tuhan dan keinginan selalu memilih yang benar dan mulia itulah yang menjadi kekhususan dari terwujudnya Kerajaan Surga yang meraja. Kerajaan Surga sudah dekat, sekali lagi, karena Allah mengundang dan mengundang umat menikmati keadilan dan sukacita. Allah menghendaki semua orang bahagia dan selamat.

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. 
Kasih Tuhan yang menyelamatkan itulah yang hendaknya dinyatakan oleh para murid. Tuhan Yesus yang selalu memberi terbaik dan terindah dalam hidup umatNya hendak diwujudnyatakan oleh para murid dengan menyembuhkan mereka yang sakit, menghidupkan mereka yang telah mati dan mengusir kuasa kegelapan. Semuanya itu bisa dilakukan oleh para murid, karena memang mereka telah memperolehnya. 'Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma', tegas Yesus. Tuhan Yesus telah memberikan semuanya itu, maka mereka pun diundang rela untu membagikan juga kepada orang lain. Baiklah kita ingat juga perumpamaan tentang orang yang berutang kepada raja dan mendapatkan pengampunan (Mat 18).

Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.  Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.  
Pesan ini disampaikan juga kepada para murid agar mereka pergi tanpa disibukkan oleh aneka perbekalan. Tuhan yang menyuruh mereka, pasti Tuhan bertanggunjawab atas hidup mereka. Tuhan Allah akan atur hidup setiap orang yang mau memberikan diri kepadaNya. Kebergantungan  pada kehendak dan kemauan Tuhan yang kiranya menjadi pedoman setiap langkah hidup mereka, dan bukannya perhitungan insani diri sendiri. Karena itu,  'apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.  Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.  Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu'.

Perintah Yesus inilah yang dilaksanakan oleh Banabas, sebagaimana diceritakan dalam Kisah para Rasul (bab 11). Keberanian Barnabas sebagai pewarta Kerajaan Surga memang patut dibanggakan, sehingga pada jamannya umat Allah untuk pertama kalinya disebut sebagai orang-orang Kristiani, karena mereka memang mau dipimpin dan dikuasai oleh Kristus, sang Raja kehidupan.

Barnabas, anak penghiburan (Kis 4: 36). Sebuah sebutan yang indah dan mulia, karena memang dia selalu membawa sukacita dan damai bagi setiap orang yang dijumpainya. Kiranya Injil hari ini juga menegaskan kepad Akira naik selalu mewartakan Kerajaan Surga, di mana damai dan sukacita menjadi ciri khas dari kehadiranNya. Ada Kerajaan Surga di tengah-tengah kita, bukan dengan tersuratnya aturan Ilahi dalam setiap peraturan hidup konkrit, melainkan adanya damai dan sukacita dari setiap orang untuk menikmati hidup bersama. Kerajaan Surga adalah Allah yang meraja, dan bukannya merajanya mereka kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat dalam kehidupan bersama.




Oratio :

Ya Tuhan Yesus, Engkau mengutus kami mewartakan Injil Kerajaan Allah, karena memang Engkau sendiri hendak meraja dalam diri setiap orang, agar kami semua menikmati keselamatan. Sebab hanya dalam Engkalah ada keselamatan dan hidup kekal.
Ajarilah kami untuk siap selalu berbagi kasih dalam hidup bersama.
Santo Bernabas, doakanlah kami. Amin.




Contemplatio :

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.


 







Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening