Rabu dalam Pekan Biasa X, 12 Juni 2013


2Kor 3: 4-11  +  Mzm 99  +  Mat 5: 17-19





Lectio :

Bersabdalah Yesus: "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.  Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga".




Meditatio :

Yesus menyatakan relasi diriNya dengan hukum Taurat.  'Janganlah  kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'. 
Kemungkinan besar, prasangka itu muncul karena Yesus sering melawan aturan main yang sudah lama berjalan dalam tradisi Yahudi. Misalnya, praktik-praktik penghormatan hari Sabat yang sering dilanggar dan diterobos oleh Yesus; bukankah sikap dan tindakan ini hendak mengubah tatanan religius yang sudah mapan? Bukankah Allah menghendaki seluruh umatNya untuk beristirahat dari kesibukan sehari-hari, dan mengkhususkan waktu untuk Tuhan sang Pencipta.
Memang tak dapat disangkal, Yesus juga sering memperdalam makna penghayatan iman yang sudah ada pada waktu itu. Misalnya, orang sudah dianggap berzinah bila memang dia mempunyai pikiran yang kotor, dan bukannya setelah melakukan tindakan; demikian pula peniadaan hukum balas jasa, bukan saja mengasihi orang yang mengasihi kita, tetapi juga berdoa untuk mereka yang menganiaya kita.
Tak dapat disangkal memang praktik-praktik hukum Taurat, bila sudah menyangkut pelaksanaan praktis seringkali bertabrakan satu dengan lainnya. Apakah yang dimaksudkan tidak boleh bekerja di hari Sabat? Yesus pun pernah menantang: manakah yang diperbolehkan di hari Sabat, menyelamatkan orang atau membinasakan? Apakah memang tidak diperbolehkan memetik bulir gandum di hari Sabat, bila memang seseorang mengalami kelaparan?
Virtus stat in medio, kebajikan berdiri di tengah. Sebab hukum memang diperlukan agar segala sesuatu dapat berjalan dengan teratur dan rapi adanya, tetapi kiranya hukum tidak boleh menghalangi seseorang yang ingin mendapatkan keselamatan. Dilarang berenang memakai celana panjang, tetapi baiklah segera kita melompat dan berenang cepat memakai celana panjang bila memang ada orang hendak tenggelam.
Hukum Taurat perlu diperbaharui dan diperdalam, karena tak jarang peraturan di jaman Perjanjian Lama bersifat mata ganti mata, dan gigi ganti gigi; seseorang mendapatkan berkatNya hanya diperhitungkan berdasarkan perbuatan yang dilakukan. Tidaklah demikian, dalam hukum yang dibawa Kristus Tuhan: cinta mengatasi segala. Hukum dalam Perjanjian Lama direnungkan Paulus sebagai 'pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, tetapi betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran'.  Oleh karena itu, seluhur-luhurnya Hukum Taurat, hukum cinta kasih lebih sempurna dan indah, karena memang menghantar kepada keselamatan. 'Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti', tegas Paulus dalam suratnya yang kedua kepada umat di Korintus (bab 3) hari ini.




Oratio :

Ya Tuhan Yesus, ajaklah kami untuk hari demi hari menghayati spiritualitas hukum, yang memang mengingatkan kami bahwa hukum diadakan untuk manusia dan bukan sebaliknya. Semoga kami tetap mampu memandang hukum secara positif dan berani makna terdalam yang terkandung di dalamnya.
Yesus, dampingilah kami selalu. Amin.



Contemplatio :

Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 












Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening