Rabu dalam Pekan Biasa XII, 26 Juni 2013

Kej 15: 1-12.17-18  +  Mzm 105  +  Mat 7: 15-20
 
 
 
Lectio :
Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya: 'waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka'.
 
 
Meditatio :
'Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas'.
Nabi-nabi palsu adalah mereka kaum munafik, yang hanya menampakkan baju luarnya, tetapi hatinya penuh kejahatan dan tipu daya. Mereka tidak mewartakan sabda Tuhan, sebaliknya mereka menggunakan ayat-ayat kitab suci untuk mencari keuntungan. Mereka tidak mewartakan sabda Tuhan, tetapi mereka mewartakan diri; dan tak jarang mereka mempunyai kehebatan diri dalam tebar pesona,  karena kehebatannya itulah yang menjadi sarana diri untuk mencari mangsa; mereka memang 'adalah serigala yang buas'.
'Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka', tegas Yesus kepada para muridNya. Apakah tidak kecolongan, kalau baru lihat dari buah-buah yang dikatakan dan dikerjakan? Bukankah kehancuran sudah merata bila kita hitung dari buah-buahnya? Mau apa lagi? Di sinilah pandai-pandainya kita dalam mengadakan discretio spirituu terhadap diri kita sendiri. Apa yang kita cari dengan hidup ini? Apakah kita hanya mencari kepuasan dan kenyamanan diri, termasuk dalam aneka kegiatan rohani kita? Selama kita hanya mencari Allah dan KerajaanNya, serigala pun tidak akan menggoyahkan kita. Selama kita berani mengevaluasi diri dan tidak berpikir sesat, aneka serigala itu akan lari dengan sendirinya, karena Allah ada di pihak kita. 'Aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita' (Rom 8: 38-39). Kiranya keyakinan Paulus juga menjadi keyakinan kita dalam menghadapi kenyataan dunia yang penuh tantangan. Keyakinan yang teguh sebagaimana dialami dan dipraktekkan Abram (Kej 15) menjadi perhitungan tersendiri bagi Tuhan sang Empunya kehidupan. Kepercayaan menjadi bekal bagi setiap orng untuk siap sedia menghadapi masa depan dengan lebih semangat dan penuh pengabdian. Abram merasa tenang jiwanya karena kepercayaannya kepada janji Tuhan yang akan membuat segalanya indah adanya.
Bagaimana dengan nabi-nabi palsu itu? Bukan urusan kita tentunya, karena memang kita tidak mampu menyelesaikan segala persoalan seperti itu.  'Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api'. Penegasan Yesus ini dapat dikenakan kepada mereka orang-orang yang mencari menangnya sendiri, dan bahkan membinasakan sesamanya, yakni mereka serigala berbulu domba atau kaum munafik. Bukankah mereka itu tidak ubahnya pohon yang tidak menghasilkan buah baik? Tentunya penyataan Yesus itu juga dikenakan kepada kita bila memang kita tidak menanggapi kemauan baik Tuhan Yesus sendiri, yakni agar kita berani berbagi kasih dengan sesama, sebagaimana Dia telah lebih dahulu mengasihi kita.
 
 
Oratio :
Ya Bapa yang penuh kasih, curahkanlah Roh-Mu yang kudus agar kami dimampukan untuk membedakan roh yang baik dan roh yang jahat melalui buah-buahnya. Dan bimbinglah kami untuk selalu waspada dan tekun mempelajari kebenaran firman Mu agar kami tidak mudah disesatkan. Amin
 
 Contemplatio:
'Wapadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas'.
 
 
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening