Sabtu dalam Pekan Biasa X, 15 Juni 2013

2Kor 5: 14-21   +  Mzm 103   +  Mat 5: 33-37
 
 

 
Lectio :
            Suatu hari bersabdalah Yesus kepada murid-murid-Nya: "kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat".
 

 
Meditatio :
'Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan'.
 Seseorang diijinkan bersumpah, asal bersumpah yang benar, karena memang sumpah itu diucapkan demi kebenaran, dan bukan untuk membenarkan yang salah, atau untuk membenarkan diri. Sumpah adalah mohon peneguhan diri, bahwa seseorang hendak melakukan sesuatu yang baik dan benar, dan sesuai dengan aturan hidup yang telah ditentukan bersama. Sumpah di hadapan Tuhan, karena seseorang berjanji untuk berlaku baik dan benar di hadapan Tuhan dan sesama. Allah diminta menjadi Saksi, yang sebetulnya siap menerima sangsi, bila tidak menepati janji yang telah diucapkan.
Kenapa harus bersumpah?
'Aku berkata kepadamu: janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun', tegas Yesus. Hendaknya setiap orang untuk tidak bersumpah. Jangankan demi Tuhan, demi langit, bumi atau pun Yerusalem pun jangan! Karena memang kita tidak berkuasa atas langit, kita tidak berdaya berhadapan terhadap bumi, ataupun demi Yerusalem. Apalah artinya kita manusia; apalagi bila kita berdiri di hadapan Tuhan sang Empunya kehidupan.
Adanya sumpah sebenarnya menyatakan sudah tidak ada kepercayaan terhadap diri sendiri, baik dari orang yang bersangkutan atau dari orang-orang yang ada di sekitarnya; sudah lunturnya juga nilai-nilai kesetiaan dan kejujuran dalam diri kita umat beriman. Dalam kemandirian hidup seseorang, memang dituntut keselarasan diri dalam berkata-kata dan tindakan. Kata-kata dan tindakan bisa semakin serasi memang bila ada kemauan diri kuat untuk melakukan segala yang baik dan benar. Tidak menutup kemungkinan seseorang jatuh dalam kesalahan, sebab jatuh yang tidak diinginkan adalah sebuah kecelakaan yang dapat dipahami bersama.
Janganlah mudah bersumpah, 'jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak'.  Apa yang kita bicarakan, apa yang kita janjikan hendaknya kita tepati sebaik mungkin.  Apalagi kita mempunyai hati terhadap segala tugas yang dipercayakan kepada kita.  'Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat', tambah Yesus. Kalau kita yang tidak jujur dan tidak setia berarti kita yang memang jahat.
 

 
Collatio :

Orang bersumpah mengingat keterbatasan dan kelemahan diri dalam melakukan sesuatu. Dia meminta bantuan, sekaligus dia siap mendapatkan teguran dan sangsi bila lamban melakukan segala yang telah dijanjikannya sendiri.
Allah berkehendak menyelamatkan seluruh umat manusia. Dia tidak berjanji, melainkan berkehendak untuk membuat segala-galanya baik adanya.; dan semuanya itu dipenuhiNya dalam diri Yesus Krustus, AnakNya yang tunggal. Dalam suratnya kepada umat di Korintus Paulus menegaskan: 'Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka'. Allah melakukan segala yang baik dan benar, dengan menyerahkan AnakNya yang tunggal sebagai pendamaian, sebab memang AnakNya yang tunggal adalah SabdaNya sendiri yang turun ke dunia menjadi Manusia  (Yoh 1). Bukan saja diutusNya menjadi Manusia, sama seperti kita, malahan 'Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah'.
Apakah kita adalah orang-orang ya pernah bersumpah? Ya benar!
Namun tak jarang, kita jatuh dalam dosa, karena keengganan dan kemalasan kita untuk melaksanakan kehendak sang Empunya kehidupan ini. Paulus dalam suratnya yang sama hari ini, juga mengajak kita untuk terus berjuang sebagai anak-anak yang dikasihi Allah dengan selalu setia melaksanakan kehendak dan kemauan Allah Bapa di surga (Mat 5: 44-45), sembari terus-menerus siap 'didamaikan dengan Allah' dalam setiap peristiwa hidup kita.
 


 
Oratio :

 Yesus Kristus, sertai kami dengan Roh Kudus Mu yang senantiasa akan menyadarkan hati nurani kami supaya kami dapat dan mampu mengatakan yang benar walaupun itu sulit, biarlah kata-kata yang kami ucapkan menjadi suatu kekuatan yang bisa membangun relasi dengan sesama dalam satu kepercayaan yang tulus dan di dalam suatu kehidupan yang harmonis dan Engkau berkati. Amin
 



 
 Contemplatio :


 'Jika ya, hendaklah kalian katakan : ya, jika tidak, hendaklah kalian katakan : tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.'
 
 
 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening