Sabtu dalam Pekan Biasa XI, 22Juni 2013



2Kor 12: 1-10   +  Mzm 34  +  Mat 6: 24-34
 
 

 
Lectio :
Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada para muridNya: 'tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
 
 
Meditatio :
'Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain', kata Yesus kepada para muridNya. Bagaimana mungkin seseorang mengabdi dua tuan, sulit dimengerti. Karena itu, tegas Yesus, 'kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon'. Kesibukan untuk mengurus harta memang bisa mengalihkan perhatian seseorang dari Allah? Apakah kita tidak boleh menaruh perhatian terhadap harta benda? Kiranya permintaan Yesus kemarin, agar kita menyimpan harta di surga sungguh menyatakan maksud yang dikehendakiNya. Bukannya kita tidak boleh mengurus harta benda. Kita mempunyai hak untuk hidup, tetapi kiranya kita mampu mengarahkan hati dan budi kita kepada Tuhan sang Empunya kehidupan, dan bukannya tenggelam dalam urusan harta benda. Janganlah hidup kita berhenti pada harta benda yang memang bisa dimakan oleh ngengat dan karat.
'Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai', tegas Yesus. 'Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?'. Kekuatiran memang bisa mengubah haluan seseorang. Bila beralih kepada yang benar dan baik, sangatlah bisa dipahami, tetapi bila sebaliknya, pindah kepada kejahatan, yang memang seringkali memberi janji kepuasan yang benar-benar sesaat? Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung atau pun bunga di padang? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?  Kekuatiran tak jarang malahan menghentikan seseorang maju melangkah ke hari depan yang lebih ceria. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." 
Yesus meminta para muridNya agak tidak mudah kuatir, bukan berarti seseorang harus berdiam diri? Ada kehidupan dalam bunga di padang, ada pula kehidupan burung-burung di udara, mereka juga berusaha dan berusaha, dan bukannya berdiam diri. Tuhan Allah akan memberikan sesuatu yang indah, bila kita memang berani mengambil, yang semuanya memang terjadi dan dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan tidaklah demikian dengan Bapa di sorga yang tahu apa yang kamu perlukan.
'Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu'. Penyataan Yesus ini hendak menegaskan bahwa apalah gunanya kita mengenal Allah dan mencariNya, bila hanya untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan papan. Bukankah semuanya itu bisa dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah? Pengenalan akan Tuhan pertama-tama dimaksudkan untuk mendapatkan keselamatan abadi, dan  bukannya untuk mendapatkan makan minum, sebab memang bumi dan isinya telah diserahkan kepada seluruh umatNya (Kej 1).
Rasa kuatir muncul sebagai akibat keterbatasan dan kelemahan seseorang menghadapi kenyataan, kekuatiran adalah hal yang wajar dan lumrah. Namun kita tidak boleh tenggelam di dalamnya. 'Aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat, dan aku suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku'. Paulus berani berkata demikian, karena memang dia tidak tenggelam dalam aneka kesulitan dan tantangan, malahan dilihatnya sebagai duri yang sengaja dipasang oleh Allah supaya dirinya tidak memegahkan diri. 'Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna'. Suara Allah inilah yang didengarkan oleh Paulus dan dirasakan sebagai peneguhan terhadap dirinya.
 
 
 
Oratio :
Yesus, seringkali kekuatiran dan kesusahan itu muncul karena kami terlalu mengandalkan diri kami dan kurang melibatkan Engkau dalam hidup kami. Ajari kami untuk percaya dan memasrahkan hidup kami kepada Engkau yang menyelenggarakan hidup ini. Amin
 


 
 Contemplatio:
'Janganlah kalian kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.'
 
 


 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening