Selasa dalam Pekan Biasa IX, 4 Juni 2013

Tb 2: 9-14   +  Mzm 112  +  Mrk 12: 13-17

 

 

 

Lectio :

Pada suatu waktu beberapa orang Farisi dan Herodian datang kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?"

Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!" Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Mereka sangat heran mendengar Dia.

 

 

Meditatio :

Pada suatu waktu beberapa orang Farisi dan Herodian datang kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Mereka datang sebenarnya hanya untuk menjerat dan mencobai Yesus, dan bukannya mencari kebenaran. Mereka mencobai Yesus, karena mereka gelisah dan gerah dengan sikap dan tindakan Yesus, yang benar-benar hendak mengubah dunia. Banyak orang telah beralih kepada Dia. Tatanan sosio-religius akan menjadi goyah, dan sendi-sendi yang sudah dibangun semenjak lama, bahkan oleh Musa, akan menmgalami retak. Semuanya ini hanya karena Yesus, Guru dari Nazaret itu. Aneka pengajaranNya tidak sesuai dengan hukum Taurat dan menghalalkan tindakan-tindakan yang berlawanan aturan bersama.

'Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?', tanya mereka. Pertanyaan mereka memang halus, apalagi diawali dengan pujian dan sanjungan, yang semuanya itu hanya penyataan mulut manis, yang hendak menjerumuskan sesamanya. Membayar pajak tak ada kaitan langsung dengan perintah-perintah Musa.

Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka.  Mengapa mencari lawan setangguh Yesus, sebagaimana kita renungkan beberapa hari lalu? Tak ada gunanya. Sia-sia belaka saja. Siapakah dapat melawanNya? 'Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!', sahut Yesus. Mereka pun memberikan sebuah mata uang yang berlaku pada waktu itu.

'Gambar dan tulisan siapakah ini?', tanya Yesus. Pertanyaan ini, apakah mengandaikan selama ini Yesus tidak pernah memegang uang? Bukankah Dia tidak memerlukan uang, bukankah Dia tinggal mengadakan mukjizat, maka semuanya bisa terjadi, sebagaimana pernah dilaksanakan di Kapernaum, ketika seorang pemungut bea bait-Allah mempersoalkannya (Mat 17: 27)? Tentunya tidaklah demikian. Yesus tahu segalanya. Yesus mempunyai maksud yang hendak dikatakanNya.

'Gambar dan tulisan Kaisar', sahut mereka. Kata Yesus kepada mereka: 'berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!'. Jawaban Yesus memang meminta setiap orang supaya tetap setia melakukan tugas kewajibannya. Sebagai warga masyarakat, setiap orang wajib membayar pajak, walau tak dapat disangkal pada waktu itu, bangsa Yahudi berada dalam jajahan bangsa Roma. Mereka pun sadar akan kewajibannya; oleh karena itu, mereka berdiam dan tidak berkomentar apa-apa. Mereka tidak menuduh Yesus apa-apa, entah pro-penjajah atau bangsa Yahudi. Mereka malahan disentak dengan perintah supaya mentaati yang menjadi kewajibannya sebagai umat Allah.

Mereka sangat heran mendengar Dia. Mengapa Yesus berbicara demikian? Yesus memang diutus untuk mewartakan Kerajaan Allah, dan bukannya kerajaan dunia, sebagaimana dikehendaki oleh banyak orang yang mendengarkanNya. Penyataan Yesus berkenaan dengan ketidaksetiaan mereka membayar pajak, karena mereka enggan dan malas memenuhi kewajibannya sebagai anggota masyarakat. Membayar pajak tak ubahnya setuju akan penguasaan bangsa Romawi, dan ketidaksetiaan mereka sebagai bangsa yang dipilih oleh Allah. Namun tak dapat disangkal, sebagaimana tampak dalam diri pemimpin dan tua-tua bangsa, mereka adalah orang-orang yang malas melaksanakan kehendak Tuhan Allah. Mereka rajin membaca dan mempelajari kitab suci, tetapi mereka bukan pelaksana-pelaksana sabda. Mereka suka meneliti hukum Musa, tetapi mereka terperangkap pada aturan-aturan temporal, dan bukannya menangkap semangat yang dikatakan dalam kita suci; mereka tidak mampu menemukan 'hukum yang terutama dalam hukum Taurat', mereka tidak mampu menemukan dan belum sampai bahwa 'mengasihi Tuhan Allah, dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budimu, dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah ringkasan seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi' (Mat 22: 36-40).

Kesempurnaan hidup seorang Tobit yang lebih takut kepada Allah daripada kepada raja masih tidak mampu menutup kelemahan dan kekurangan diri dalam keseharian hidup. Ketegaran hati seorang Tobit, sebagaimana diceritakan dalam kitab Tobit (bab 2) hari ini, menjadi bahan cercaan dari seorang isteri yang setia kepadanya. Apakah sikap seorang Tobit masih bisa dikatakan sebagai seorang yang kurang memenuhi kewajibannya, baik dalam hidup bersama, terutama sebagai anggota keluarga, atau pun sebagai umat Allah?

 

 

Oratio :

Tuhan Yesus, dalam kebersamaan hidup, kami sering menuntut apa yang menjadi hak hidup kami. Kami ingin mendapatkan pelayanan sebanyak-banyaknya, apalagi kami  merasa telah berbuat baik kepada sesama. Kami seringkali lupa akan tugas kewajiban kami, sebagai seseorang yang hidup dalam kebersamaan dan sebagai anggota umatMu. Kami sering MPO, ya Tuhan.   (Mencari perhatian Orang).

Yesus Kristus, ajarilah kami menjadi sesama bagi orang-orang yang ada di sekitar kami. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening