Senin dalam Pekan Biasa XI, 17 Juni 2013


2Kor 6: 1-10   +  Mzm 98  +  Mat 5: 38-42

 

 

 

Lectio :

Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada para muridNya: 'kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu'.

 

 

Meditatio :

 'Kamu telah mendengar firman: mata ganti mata dan gigi ganti gigi'.

Inilah hukum timbal balik. Seimbang. Impas, dan adil. Namun akan berhentikah, bila digantikannya gigi ataupun mata? Tentunya tidak akan berakhir dan selesai, karena memang gejolak jiwa akan bermain dan bermain untuk menuntut dan menuntut lebih dari semuanya itu. Gejolak jiwa akan berdiri di barisan depan untuk menuntut balas selanjutnya.

'Tetapi Aku berkata kepadamu', tegas Yesus, 'janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu'. Yesus bukan saja meminta kita, para muridNya, untuk tidak membalas, malahan melakukan tindakan kasih. Kita diminta sabar dan tidak bersikap main hakim sendiri, melainkan berani merendahkan diri terhadap mereka yang melawan. Kasihilah sesamamu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Yesus menambahkan: 'kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu; dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu'. Apakah kita tidak akan menjadi obyek pemerasan dan pelecehan? Di manakah harga diri kita? Apakah mengikuti Kristus berarti siap diinjak-injak oleh orang lain? Aku selalu siap welcome kamu, aku selalu siap menjadi keset. Yesus sendiri malahan mau menjadi hamba, yang menyrahkan diri bagi sahabat-sahabatNya. Yesus adalah seorang Allah yang menjadi tebusan bagi umatNya.

Ajakan Yesus ini mengajak kita untuk berani bersikap murah hati, dan tidak perlu ditafsirkan ke hal-hal lain. Sebab hanya kemurahan hati akan membuat setiap orang berani menghadapi kenyataan apa pun yang akan terjadi, termasuk segala peristiwa dan kejadian yang tidak kita inginkan. Bagaimana kita dapat menghadapi segala peristiwa hidup, yang banyak tidak sesuai dengan keinginan kita ini, bila kita memakai rumusan mata ganti mata, dan gigi dan ganti gigi. Tidak akan ada pendamaian, dan tidak ada kenyamanan hidup. Kegelisahan dan kekuatiran akan terus menggangu dan menggoda kehidupan.

 

 

Collatio :

'Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau,  dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau'.

Paulus dalam surat kedua kepada umat di Korintus (bab 6) memandang saat perkenanan itu bukan kelak di akhir jaman melainkan sekarang ini. 'Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu'. Paulus malahan menyatakan diri sebagai pelayan Allah dengan berani sabar dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,  dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa. Penyataan Paulus ini menterjemahkan ajakan Yesus untuk berani tidak melawan orang yang berbuat jahat, dan siap memberikan pipi kirimu, jika ada yang menampar pipi kanan. Kesabaran dan kemurahan hati menjadi modal utama dalam menyambut hari perkenanan itu, yang tentunya juga menjadi bekal bagi setiap orang dalam mendewasakan diri pribadi.

Kalau dunia politik saja mampu menghentikan peperangan antar bangsa dan negara, antar partai politik satu dengan lainnya, karena memang tidak cocok lagi mata ganti mata dan gigi ganti gigi, maka kiranya dalam pengembangan hidup rohani kemurahan hati hendak semakin kita tampakkan dalam perilaku sehari-hari. Kasih hendaknya menyelesaikan segala-galanya. Kasihilah sesamamu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

 

 

Oratio :

Ya Yesus, kuasailah kami dengan rahmat kesabaran yang Engkau miliki, sehingga peristiwa salib yang pahit dan dihindari banyak orang itu, malah Engkau ubah menjadi sarana keselamatan bagi seluruh umat manusia. Salib tanda penghinaan menjadi tanda kemenangan dan kemuliaan.

Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang bermurah hati. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening