Senin dalam Pekan Biasa XIII, 1 Juli 2013

Kej 18: 16-33   +  Mzm 103  +  Mat 8: 18-22

 

 

 

Lectio :

Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

 

 

Meditatio :

'Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi'.

Begitulah seru seorang ahli Taurat kepada Yesus. Apakah dia benar-benar mulai tertarik kepada Yesus? Mengapa dia berbalik kepada sang Guru dari Nazaret ini? Apakah dia sudah mengakui bahwa Guru dari Nazaret ini lebih hebat dan lebih wibawa daria dirinya? Sudah berakhirkah semangat perjanjian lama dalam dirinya?

'Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya', sahut Yesus. Dia tidak mempunyai apa-apa untuk diberikan kepada ahli Taurat itu. Mengapa Yesus menjawab semacam itu? Mengapa Yesus tidak mengamini permintaannya? Apakah Yesus tidak ingin mengembangkan komunitasNya? Jawaban Yesus tentunya sudah sesuai dengan harapan si ahli Taurat itu. Yesus tahu apa yang menjadi keinginan ahli Taurat itu, maka Yesus menjawab sesuai dengan kebutuhan. Mengapa seorang ahli Taurat ini hanya mencari kemapanan diri? Kira-kira pasti, dan memang pasti, sang ahli Taurat ini tahu dengan baik siapakah Orang Nazaret ini, tetapi dia tidak menggunakan pengetahuannya yang hebat itu untuk mengikuti Yesus dengan benar. Dia ingin mengikuti Kristus guna mendapatkan kemapanan dan kenyamanan hidup, dan bukannya pengenalan akan Allah. Yesus menjawab seperti tiu, karena Dia memurnikan keinginan hatinya.

'Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku', pinta seseorang lainnya. Apakah orang ini mendengar permintaan ahli Taurat tadi, dan dia mengerti baik jawaban Yesus? Apakah dia juga mengenal Yesus, sehingga hendak mengikutiNya? Mengapa dia meminta izin untuk menguburkan orangtuanya, tidak mungkinkah dia menguburkan dulu orangtuanya dan langsung engikuti Yesus, sang Guru? 'Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka', sahut Yesus. Mengikuti seseorang guru berarti adanya keinginan seseorang untuk merundukkan diri dan taat kepada sang guru. Saya mengikuti seseorang berarti dia, yang saya ikuti itu lebih besar daripada saya, saya akan belajar daripadanya dan mentaati kehendaknya, karena memang saya melihat sesuatu yang luhur dan mulia dalam diri sang guru. Saya harus mengikuti dia, dan bukannya meminta dia untuk mengikuti kita. Penegasan Yesus ini sungguh-sungguh mengajak kita setiap orang, yang percaya kepadaNya, untuk berani diri berserah diri, dan mengikuti kehendakNya. Hari ini saya berkeinginan, baiklah kita melakukannya, dan tidak menunda-nunda waktu. Kalau kita beriman dan mengikuti Kristus Tuhan, baiklah kita mengikuti dan mentaati kemauanNya, dan bukan sebaliknya, atau memberi syarat kepadaNya.

Kita sepertinya tidak bisa  menawar persyaratan yang diberikan Kristus Tuhan kepada kita.

Namun bagaimana dengan Abraham yang sepertinya mendapatkan kesempatan untuk menawar, atau tarik ulur dengan Tuhan sang Empunya kehidupan? Keberadaan limapuluh orang baik yang diajukan Abraham ditawar-tawar sendiri sampai hanya sepuluh orang. Apakah dialog Abraham ini bukan suatu perhitungan tawar-menawar dengan Tuhan (Kej 18)? Abraham sebenarnya tidak menawar kehendak Tuhan, malahan Abraham memohon belaskasih Tuhan, agar kota itu tidak dimusnakan, karena adanya satu dua orang baik. Kehadiran orang-orang yang baik dan benar, tak jarang memang selalu mendatangkan berkat bagi sesamanya. Permintaan Abraham sekaligus menunjukkan belaskasih Allah, yang sungguh luar biasa luhurnya. Allah tidak memperhitungkan banyaknya orang yang baik atau pun benar, melainkan Dia memberi harapan kepada orang-orang yang mau mendengarkan dan melaksanakan kehendakNya.

Apakah Injil hari ini tidak terlambat disampaikan, karena diwartakan kepada orang-orang yang telah lama menamakan diri orang-orang kristiani? Tidak ada istilah terlambat dalam mencri keselamatan. Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh manusia, tahu dengan benar realitas umat yang dikasihiNya. 'Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka'  adalah sebuah penyataan hiperbolis, agar kita benar-benar serius dalam mengikuti Kristus, agar kita tidak main-main dengan iman kepercayaan akan Tuhan, kalau kita mengaku percaya kepada Tuhan, baiklah Tuhan yang kita percayai, dan tidak ada yang lain.  Kita harus berani berdiri di atas kedua belah kaki kita, dan tidak ada yang lain. Hanya aku dengan Tuhan.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami selalu berani merundukkan diri di hadapanMu, sebab memang segala yang Engkau beri menantang kami untuk semakin berani menemukan Engkau dalam diri sesama kami. Ajarilah kami untuk berani mengajak orang lain untuk semakin mengenal Engkau, satu-satunya Sumber kehidupan, sebab hanya padaMulah kami percaya dan berharap kepadaMu. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya'.

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening