Jumat dalam Pekan Biasa XIV 12 Juli 2013

Kej 46: 1-7   +  Mzm 37  +  Mat 10: 16-23

 

 

 

Lectio :

Suatu ketika Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, kata Yesus kepada mereka: "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang".

 


 

Meditatio :

'Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala', tegas Yesus kepada keduabelas muridNya. Sebuah tugas perutusan yang amat sulit. Ancaman selalu siap menghadang, 'seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya' (1Pet 5: 8). Apakah harus melarikan diri? Tidak. 'Sadarlah dan berjaga-jagalah, lawanlah teguh dalam iman', tetapi bukan dengan kekerasan, sebaliknya 'hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati'.

Dalam pewartaan Kerajaan Allah, yang menampakkan kasih, tidaklah tepat menggunakan rumusan: mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Hanya ketulusan hati dan kebijakan dari Allah akan mampu mendamaikan segala yang ada, bahkan yang berlawanan. Allah sendiri akan berkarya dalam Gereja dan umatNya, dan setiap orang diundang untuk ambil bagian di dalamnya.

'Karena Aku, kamu akan dibenci banyak orang, dan akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah, atau pun kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya'.  Saat itulah serigala-serigala akan menerkam mereka. Auman mereka akan menggetarkan hati para murid, sehingga mereka akan merasa tidak berdaya. Kegelisahan dan ketakutan akan menyelimuti mereka, yang tentunya mereka tidak akan mampu berpikir dengan jernih. Namun bila semua terjadi, 'janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu'. Allah akan selalu mendampingi para muridNya, dan tidak akan membiarkan mereka sebagai yatim piatu, yang tidak mempunyai penolong.

Semuanya ini mengingatkan, agar para murid tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri atau merasa mampu karena anugerah-anugerah yang telah diterimanya. Kuasa untuk mengusir roh-roh jahat, untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan, sebagaimana kita renungkan kemarin, tidak mampu mengalahkan dunia, bila memang para murid tidak selalu berani berpaut kepada sang Empunya kehidupan. Keterpautan seorang pribadi kepada Tuhan Allah akan memampukan dia menghadapi dunia.

Allah akan selalu mendampingi dan menyertai para murid, dan kita semua. Namun tidaklah berarti Allah memanjakan umatNya. Perasaan diri bahwa dirinya sedang dimanjakan oleh Allah, kiranya menjadi awal kesadaran diri untuk selalu berani mengevaluasi diri. Hukum alam akan tetap berlaku bagi setiap orang yang berkehendak baik. Terik matahari tetap akan menyengat kulit halus kita, dan hujan deras tetap membasahi dan mengguyur tubuh kita. Semuanya itu tak mungkin kita hindari. Serigala akan semakin mengaum-aum mencari mangsanya; bukan hanya satu ekor yang datang dan mengaum-aum, melainkan satu kawanan besar, tetapi 'barangsiapa bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

 


 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau mengutus para rasul ke tempat-tempat  warta yang sulit, bukan karena medannya, melainkan mereka orang-orang yang hendak menerimanya.  Semoga Engkau semakin melimpahkan rahmat dan berkatMu, agar mereka siap sedia selalu menerima yang indah daripadaMu. Mereka yang telah setia, semoga mereka pun menikmati kasihMu yang melimpah. Amin

 


 

 Contemplatio:

'Barangsiapa  bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening