Jumat dalam Pekan Biasa XV, 19 Juli 2013

 

Kel 11: 10-14   +   Mzm 116  +  Mat 12: 1-8

 

 

 

Lectio :

Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat." Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?  Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." 

Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka.  Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.  Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat." 

 

 

 

Meditatio :

'Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat'. Inilah yang dipersoalkan oleh orang-orang Farisi kepada Yesus. Sebab dengan mata kepalanya sendiri, mereka melihat apa yang dilakukan para murid dari seorang Guru dari Nazaret itu. Sabat adalah hari Tuhan, yang memang tidak boleh digunakan untuk melakukan sesuatu, kecuali hanya berkumpul untuk berdoa dan berdoa; tetapi hari ini dengan enaknya, para murid memetik bulir-bulir gandum. Padahalnya mereka, para murid, memetik bulir-bulir gandum, karena memang lapar.

Mungkinkah para murid harus mati kelaparan, padahal di sampingnya ada sesuatu yang bisa dimakan untuk mengganjal perutnya? Lebih-lebih lagi, di situ berdiri seorang sang Empunya kehidupan. Tidak bisakah kita melawan arus, bila memang ada seseorang yang harus mengalami pertolongan pertama? Memetik bulir gandum di hari Sabat itu apakah sebuah dosa? Apakah Yesus membiarkan para muridNya berdosa di hadapanNya?

Cinta mengatasi hukum. Karena itu, 'yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan',  yang artinya hendaknya cinta itu berada di atas segala hokum, demikian juga dalam pelaksanaannya. Tersandungnya seseorang akan hukum tertentu, hendaknya tidak menghalangi seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang baik, yang memang menjadi hak dan kebutuhannya; dan kiranya pelaksanaan hari Sabat, bukan semata-mata karena peraturan, melainkan karena kasih;  karena itu juga 'tentunya kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah'. Yesus tahu bahwa apa yang dilakukan para muridNya, bukanlah sebuah dosa. Karena Anak Manusia ada di situ, dan 'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'.

Jadi bila demikian, 'boleh menyembuhkan orang pada hari Sabat?'; bukankah kita tidak boleh bekerja; bukankah hari Sabat kita persembahkan kepada Tuhan? Atas kedegilan hati mereka, yang memang mereka bertanya-tanya hanya untuk mempersalahkan diriNya, Yesus menjawab jika seekor domba kalian  terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, dan kamu mencari dan mengeluarkannya, tentunya apalagi jikalau saudaramu sakit? Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Manakah yang diperbolehkan di hari Sabat: menyelamatkan atau membinasakan manusia? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.

Sabat adalah hari Tuhan bagi orang-orang Israel, dan Minggu adalah hari Tuhan bagi setiap orang yang percaya dan berkemauan menikmati kematian dan kebangkitan Kristus. Bagaimana kita menikmati hari Minggu? Hari Minggu adalah hari yang kita persembahkan secara istimewa bagi Tuhan, sekaligus hari libur bersama keluarga. Bersyukurlah, bila di paroki-paroki kita dipersiapkan beberapa kali kesempatan untuk merayakan hari Minggu.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkaulah Tuhan atas hari Minggu dan hari-hari lainnya, karena memang Engkau menguasai ruang dan waktu. Kuasailah kami dengan terang Roh KudusMu, agar hari demi hari, kami semakin merasakan kehadiranMu dalam hidup sehari-hari, dan semakin mampu menemukan dengan mudahnya, bahwa hidup manusia lebih utama dari segala-galanya. Amin. 

 

 

 Contemplatio:

'Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan'.

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening