Jumat dalam Pekan Biasa XVI, 26 Juli 2013

Sir 44: 10-15  +  Mzm 132  +  Mat 13: 16-17




Lectio :

Suatu hari bersabdalah Yesus:  'berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'.



Meditatio :

'Berbahagialah  matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu:  sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'.

Melihat apa dan mendengar apa? Tentunya melihat sang Anak Manusia, yang datang ke dunia hendak menyelamatkan umat manusia. Kita bisa melihatNya, karena Dia datang sebagai seorang manusia. Dia makan dan minum bersama para muridNya, dan juga orang-orang pada jamanNya. Kita dapat mendengarkanNya, karena Dia berbicara dan menyampaikan sabdaNya. Para murid dipuji bahagia, karena memang kesempatan itu tidak dinikmati oleh para nabi, hakim dan orang benar lainnya. Mereka diutus oleh Tuhan, tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mendengarNya secara langsung.

Bukankah semua itu dialami oleh para Rasul dan muridNya? 
Kita sekarang pun mendengarkan suaraNya, sabdaNya yang menyelamatkan itu setiap kali Kitab Suci dibacakan. Dengan sabdaNya Dia menyapa dan memanggil kita umatNya. Kita pun dapat melihat kehadiranNya secara nyata dalam Sakramen Mahakudus. Kita bukan saja boleh memandangNya, melainkan juga menikmati Tubuh dan DarahNya yang mulia itu. Sebab dalam Tubuh dan DarahNya kita merasakan kehadiranNya secara nyata, bukan simbol dan lambang kehadiranNya, melainkan Dia sendiri hadir secara nyata.

Yesus memuji bahagia orang-orang yang dapat melihat dan mendengarkanNya. Yesus memuji kita bahagia, karena kita boleh menikmati kehadiranNya yang menyelamatkan. Kita dipujiNya bahagia karena kita mengikuti kehendakNya yang menyelamatkan itu. 'Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya' (Mzm 132).  Kita menikmati kehadiranNya yang menyelamatkan. Kita sendiri akan merasa bangga, karena diijinkan tinggal dalam kehadiraNya yang kudus.

Yesus memuji bahagia orang-orang yang mau melihat dan mendengarkanNya. Apakah ada orang-orang yang tidak mau melihat dan mendengarkanNya, walau ada kesempatan istimewa itu? Ada, dan Yesus tahu semuanya itu. Yesus tidak memaksa mereka. Yesus sungguh-sungguh menyadari banyak orang yang lebih suka menyukai kegelapan daripada terang. Yesus tetap menghormati hak dan kebebasan yang telah diberikanNya kepada umatNya. Itu adalah anugerah yang indah. Karena itu, keselamatan  adalah suatu tawaran yang harus ditanggapi oleh setiap orang secara serius. Setiap orang yang merindukan keselamatan, pasti akan mengarahkan hati dan budinya untuk menikmati kesempatan yang mulia dan Ilahi itu. keberanian untuk mengarahkan hati dan budinya hanya kepada Allah adalah sebuah kebijaksanaan yang dilimpahkan Tuhan kepada umatNya, sebagaimana disinggung dalam kitab Kebijaksanaan (bab 44). Kebijaksanaan ilahi akan mendorong setiap orang untuk selalu mengarahkan hati dan budi kepada sang Empunya kehidupan. Inilah sikap bijak, yang pernah diambil Maria, saudari Marta, yang berani memilih yang terbaik bagi hidupnya. Keselamatan hanya ada dalam Yesus Kristus Tuhan.




Oratio :

Ya Tuhan, kami bersyukur kepadaMu sebab kami adalah orang-orang yang Engkau puji bahagia, karena boleh melihat dan mendengarkan SabdaMu, menikmati kehadiran dan mengikuti kehendakMu yang menyelamatkan. Ajarilah kami untuk setia menikmati pujianMu itu, dan berani terus berkanjang dalam memandang kehadiranMu dan mendengarkan sabdaMu.
Ampuni kami juga ya Tuhan, karena sebagai manusia kami kadang masih lalai dalam mengikuti kehendakMu yang menyelamatkan itu.  Kami sering egois.  Amin




Contemplatio :

'Berbahagialah kalian yang melihat dan  mendengar'.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening