Kamis dalam Pekan Biasa XIV, 11 Juli 2013

Kej 44: 23-29   +  Mzm 105  +  Mat 10: 7-15

 

 

 

Lectio :

Suatu ketika Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, kata Yesus kepada mereka: 'pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

 

 

Meditatio :

 'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'.

Inilah perintah Yesus yang diberikan kepada keduabelas murid yang baru dipilihNya. Mereka diminta untuk mewartakan Kerajaan Surga yang memang sudah hadir secara nyata di tengah-tengah umatNya, yakni kehadiran sang Penyelamat umat manusia, yakni Yesus Kristus. Yesus menyatakan Kerajaan Surga sudah dekat, karena memang Dia sudah ada di tengah-tengah umatNya, hanya saja belum semua orang membiarkan Allah meraja dalam dirinya.

'Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan'.  Itulah yang harus dilakukan oleh para murid dalam tugas perutusanNya. Kuasa yang mereka terima sungguh-sungguh luhur dan mulia, karena memang hanya dimiliki oleh Allah sang Empunya kehidupan. 'Yesus telah memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan', sebagaimana kita renungkan hari kemarin. 'Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma', tegas Yesus. Yesus telah memberikan semuanya itu tanpa adanya persyaratan. Mereka menerimanya secara cuma-cuma tanpa prasyarat, demikianlah sekarang hendaknya mereka juga memberikanya secara sukarela pula.

Adakah karunia Allah yang kita terima itu harus terlebih dahulu memenuhi aneka persyaratan? Semua diberikan hanya karena kasih dan perhatianNya kepada semua orang. Tak dapat disangkal memang, setiap orang harus berani mempersiapkan dirinya, yang mungkin persiapan yang seorang berbeda dengan lainnya, tetapi bukannya berdasar kemampuan diri seseorang yang menerima, melainkan belaskasih Allah sendiri; dan semuanya dianugerahkan dalam Roh Allah yang satu dan sama.

'Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya'. Yesus menghendaki agar para murid segera berangkat dan tidak direpotkan dengan aneka perbekalan yang harus dibawa. Aneka keperluan sehari-hari akan diperoleh dari orang-orang yang akan dilayaninya, sebab Allah menaruh perhatian kepada orang-orang yang telah berkarya bagi diriNya. Belaskasih Allah malahan sering mengatasi segala daya kemampuan yang dimiliki oleh umatNya.

'Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu'. Penyataan Yesus ini sungguh-sungguh menegaskan bahwa pewartaan Kerajaan Surga haruslah diterima oleh seluruh umat manusia. Sekali lagi, karena kehendak Allah sang Empunya kehidupan, agar kita semua beroleh selamat. Keselamatan hanya dapat diterima oleh orang-orang yang memang membiarkan Allah meraja dalam dirinya. Keselamatan hanya ada di dalam Allah, maka keterbukaan diri untuk menerima kehadiranNya adalah syarat utama untuk menerima anugerah indah daripadaNya. Apakah ini semua sebuah persyaratan? Namun memang harus dimengerti bahwa keselamatan juga sebuah pilihan yang harus diambil setiap orang dalam menanggapi tawaranNya. 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu'. Sebuah penegasan Allah bahwa keselamatan hendaknya ditanggapi dengan penuh perhatian.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau menyatakan KerajaanMu bagi setiap orang. Engkau mengundang dan mengundang setiap orang untuk berani menerimaNya, sebab hanya dalam Engkau ada keselamatan. Bantulah, ya Yesus, agar setiap orang semakin hari semakin berani menerima kehadiranMu yang menyelamatkan. 

Santo Benediktus, doakanlah. Amin

 

 

 Contemplatio:

'Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening