Kamis dalam Pekan Biasa XV, 18 Juli 2013

Kel 3: 13-20   +   Mzm 105  +  Mat 11: 28-30

 

 

 

Lectio :

Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan".

 

 

Meditatio :

'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu'. Sebuah undangan yang lembut dan halus dari Tuhan Yesus bagi setiap orang yang letih lesu dan berbeban berat. Apakah hanya bagi mereka? Bagaimana dengan yang lain? Ya memang hanya bagi mereka, yang merasa letih lesu dan berbeban berat, bagi mereka yang merasakan dirinya lemah dan tak berdaya. Mereka diundang, karena memang mereka memerlukan bantuan dan pertolonganNya. Tidaklah demikian dengan banyak orang yang merasa mampu melakukan segala sesuatu. Apalagi dengan adanya kuasa dan kekayaan yang dimiliki, seseorang mampu melakukan segala sesuatu. Atmosfir kapitalis memungkinkan setiap orang dapat melakukan segala sesuatu; dia tentunya tidak bisa mengerjakan segala sesuatu, tetapi semuanya itu dapat diperoleh dan dipenuhi dengan hasil yang fantastis, karena adanya kuasa dan kekayaan yang dimiliki.

'Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'. Yesus mengundang setiap orang untuk datang kepadaNya. Dia akan memberi pengajaran bagaimana memikul beban kehidupan ini dengan nyaman. Dia hendak mengajarkan, karena Dialah sang Empunya kehidupan. Yesus memberi pengajaran, agar hidup kita merasakan ketenangan dan tidak gelisah, karena beratnya beban kehidupan ini. Malahan Yesus akan memberi kuk, tugas atau beban baru, yang dikatakan ringan? Adakah tugas perutusan Yesus yang ringan? Sesama manusia memberi tugas kepada kita seringkali sesuai dengan pengalaman dia, dan tentunya tidak demikian dengan tugas-tugas yang diberikan Tuhan? Bukankah tugas perutusanNya bagaikan anak domba ke tengah-tengah serigala? Dan bahkan Yesus sendiri menyatakan bahwa Dia datang, bukan membawa damai, tetapi pedang?

 

Tugas Musa amatlah berat, membebaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir, suatu bangsa yang besar dan kuat. Seorang anak bangsa, tetapi bukan seorang bangsawan, diminta memimpin pembebasan; walau tak dapat disangkal, Allah sendiri berkata kepadanya: 'Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi. Aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini, sehingga, apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa, tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu' (Kel 3). Seharusnya Musa tidak perlu kuatir dan gelisah, karena memang Allah sendiri akan berkarya.

Tugas Musa hanyalah sebatas umat Israel dalam pembuangan di Mesir. Tidaklah demikian dengan tugas Anak Manusia yang menebus seluruh umat manusia dari perbudakan dosa. Seluruh umat manusia, dan bukannya bangsa Mesir. Perbudakan dosa dan bukanlah perbudakan social-ekonomi. Karya penebusan Kristus lebih besar dari segala karya dunia. Layaklah, kalau Dia mengundang setiap orang untuk berani belajar daripadaNya. Dia lemah lembut dan murah hati; dan itulah yang memang dilakukan dalam mengalahkan dunia, bukan dengan pedang, melainkan dengan belaskasih. Datanglah dan belajarlah daripadaKu.

 

 

Oratio :

Yesus,  Engkau dengan sabar dan setia mengajar kami bagaimana menanggapi hidup ini. Engkau pun tidak banyak menuntut dari kami, malahan Engkau memberikan suatu tugas yang menenangkan jiwa raga kami.

Yesus, kuasailah kami dengan  Roh KudusMu. Amin.  

 

 

 Contemplatio:

'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening