Kamis dalam Pekan Biasa XVII, 1 Agustus 2013

Kel 40: 16-21   +   Mzm 84  +  Mat 13: 47-53




Lectio :

Pada suatu kali berkatalah Yesus kepada para murid-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti."

Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya". Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Ia pun pergi dari situ.



Meditatio :


'Hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang'. Itulah pekerjaan para pelayan. Mereka memilih ikan-ikan yang baik, dalam arti: ikan-ikan yang masih kecil, dilemparkannya kembali ke laut. Namun yang jelas, dalam perumpamaan ini diceritakan ada pemisahan ikan yang satu dengan lainnya. Beberapa ikan harus dilemparkannya kembali ke laut karena tidak sesuai dengan kemauan para nelayan, yang tentunya sebagaimana permintaan pasar.

'Demikianlah juga pada akhir zaman: malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi', tegas Yesus. Suatu peristiwa yang tidak mengenakan: terjadi pemisahan satu dengan lainnya, yang bukan karena kehendak Bapa di surga, melainkan karena kemauan banyak orang, yang lebih condong dan menenggelamkan diri dalam kegelapan. Karena kecenderungan manusia yang jatuh dalam kegelapan itulah, yang pada akhirnya, terpaksa harus memisahkan kita satu dengan lainnya; di mana kemungkinan besar sebagai satu keluarga dan komunitas kita dipisahkan satu sama lainnya.

'Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya'. Entah kenapa Yesus tiba-tiba berbicara tentang para ahli Taurat. Bukankah segala perumpamaan ini diperdengarkan kepada para murid yang datang berbondong-bondong hendak mendengarkan Dia di tepi danau (ay 1)? Tidak dapat disangkal memang bahwasanya mereka ahli-ahi Taurat memang mempunyai banyak ilmu tentang Perjanjian Lama, mereka pun dengan berani mengikuti sang Guru dari Nazaret berarti harus siap juga menerima segala pengajaran baru, yang tentunya mereka harus berani meng-update pengetahuan mereka dengan pengajaran baru. Mereka harus berani menerima segala pembaharuan yang diberikan Orang Nazaret ini. Bukankah Yesus datang bukan untuk meniadakan satu iota pun hukum Taurat, melainkan untuk menyempurnakannya (Mat 5: 17). Ahli Taurat harus mengeluarkan seluruh perbendaharaan yang dimilikinya, seluruh ilmu pengetahuan tentang Kitab Suci.



Oratio :

Ya Tuhan, kami tahu Engkau datang bukan untuk membuat hidup kami menjadi kosong, tetapi untuk mengisinya, menyempurnakan segala hal yang telah kami ketahui. Mampukan kami, ya Tuhan, agar dapat melihat semuanya dalam terang yang baru. Supaya kami mempunyai sifat seperti pukat yang menjaring dan menerima apa adanya, entah yang baik dan yang tidak baik, tidak  menghakimi setiap orang yang ada di sekitar kami, baik itu dalam keluarga maupun dalam komunitas kami, sampai nanti pada akhirnya Engkau sendiri yang akan melakukan pemisahan.      Amin

 

 

Contemplatio:

'Setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya''









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening