Rabu dalam Pekan Biasa XIV, 10 Juli 2013


Kej 41: 55-57   +  Mzm 33  +  Mat 10: 1-7

 

 

 

Lectio :

Suatu ketika Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat".

 

 

Meditatio :

Suatu ketika Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Kedua belas orang itu tentunya adalah orang-orang pilihan sang Guru. Yesus memilih mereka, karena Yesus percaya kepada mereka. Mereka dipilih, dan bukan asal tunjuk saja. Mereka dipilih, dan sekaligus mereka medapatkan bekal kuasa yang sungguh-sungguh hebat.  Mereka mampu mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Kuasa ini diberikan kepada mereka guna menunjukkan bahwa Allah hadir dan menyertai karya pewartaan mereka, dan 'sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang di tengah-tengah kita' (Mat 12: 28). Walau tak dapat disangkal, komunikasi mereka dengan Tuhan sang Empunya kehidupan haruslah tetap terjalin. 'Kuasa ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa' (Mat 17: 21). Penegasan Yesus menunjukkan bahwa anugerah-anugerah yang diterima para muridNya itu tidaklah sempurna, bila tidak ada komunikasi yang berkelanjutan dengan Dia yang memberikannya.

Mereka yang mendapatkan kepercayaan itu adalah Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. Mereka adalah orang-orang pilihan, tetapi jujur saja seturut pandangan mata kita orang awam, ternyata para murid, bukanlah orang-orang yang sempurna. Ada pemungut cukai, dan ada juga seorang calon pengkhianat. Semuanya itu tentunya sudah diketahui dan dikenal baik oleh Yesus, sang Guru. Tidak berbeda jauh dengan keduabelas suku Israel, mereka adalah pondasi bangsa Israel, sebagaimana dikehendaki Allah, tetapi mereka saling bermain dalam mencari keselamatan diri (Kej 41-12). Namun pada akhirnya mereka semua harus merunduk takluk di hadapan adik bungsu mereka, yakni ketika mereka mencari kehidupan di Mesir, dan bahkan pada saat itu adik mereka sempat menjadi tuan atas mereka.

'Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel', tegas Yesus. Sebab memang Israel adalah bangsa pilihan semenjak awal, sebagaimana diawali oleh bapa-bapa bangsa, Abraham, Ishak dan Yakub. Malahan secara sengaja Yesus pernah menegaskan 'Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, ...dan orang ini pun anak Abraham'  (Luk 19: 10). Yesus menerima mereka orang-orang berdosa, karena memang mereka berhak mendapatkan warisan keselamatan yang pernah dijanjikanNya sendiri. Keterbatasan dan kelemahan mereka tidak menjadi perhitungan Tuhan, malahan sebaliknya janjiNya sendiri kepada orang-orang yang dikasihiNya menantang Allah untuk selalu menyapa dan mengundang mereka. Allah setia kepada janji yang telah diucapkanNya.

'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'. Penegasan Yesus ini kembali mengingatkan bahwasannya mereka, orang-orang Israel adalah bangsa terpilih dan dikasihiNya. Mereka adalah sang empunya warisan Kerajaan Alllah. Mereka diingatkan, karena mereka sekarang ini telah menjadi 'domba-domba yang hilang dari umat Israel'. Mereka sepertinya sudah pernah menikmati kehadiranNya, tetapi mereka melarikan dan mencari kepuasan diri, dan inilah yang membuat mereka hilang tersesat dari kawanan yang sudah digembalakanNya sejak semula. Keinginan Allah adalah semua orang beroleh selamat, yakni dengan kembali diri sebagai orang-orang milik Allah, dan menikmati warisan keselamatan yang telah dijanjikan dari semula. Kerajaan Allah sudah datang kepadamu, sebab Dia sendiri datang dan mengusir setan dengan kuasa Roh Allah (Mat 12: 28), sebagaimana dilakukan para murid, karena kuasa yang telah mereka terima daripadaNya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Engkau telah memanggil para murid dan mengutus mereka memanggil kembali anak-anak Israel yang tersesat. Engkau melakukan semua itu, karena memang Engkau menghendaki semua orang beroleh selamat.

Bantulah kami, ya Yesus, agar kamipun menikmati panggilan yang menyelamatkan itu. Amin

 

 

 Contemplatio:

''Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'. 

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening