Sabtu dalam Pekan Biasa XIV, 13 Juli 2013


Kej 50: 15-24   +  Mzm 105  +  Mat 10: 24-33
 
 
 


Lectio :
Suatu ketika Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, kata Yesus kepada mereka: "seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya.
Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.
Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."
 
 
Meditatio :
'Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya'.
Kenapa Yesus berkata demikian? Apakah berkaitan dengan pelbagai anugerah yang diterima oleh para Rasul? Tentunya tak dapat disangkal bahwasanya sang Guru adalah Tuhan sendiri mengatasi segala. Hanya dalam Dialah ada kehidupan dan kebenaran, dan tidak ada yang lain. Walau tak dapat disangkal, setiap orang dapat mengembangkannya bila memang dia selalu berkomunikasi dengan sang Pemberi kehidupan, sebagaimana dikatakan-Nya sendiri: 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu' (Yoh 14: 12).
Penyataan ini apakah diungkapkan Yesus berkaitan dengan salib yang harus ditanggung oleh para murid-Nya? Mereka memang akan menghadapi aneka tantangan, bagaikan seekor domba berhadapan dengan kawanan serigala, tetapi salib mereka tidaklah seberapa dibandingkan dengan salib yang harus dipanggulNya, yakni menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia. Namun sekali lagi, salib akan tetap mereka terima, sebagai sebuah resiko dalam mengikuti sang Kehidupan. Bukan saja, harus siap menerimanya, malahan para murid dan kita semua yang percaya kepadaNya, harus berani mewartakan kebenaran itu. Itulah tadi Yesus mengatakan: 'jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah'.
'Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka'.
Serigala-serigala hanya mampu membunuh tubuh. Mereka memang terlebih dahulu mengaum-aum, mengancam, menampar dan mencabik. Soal takut dan kuatir itu wajar. Setiap orang akan merasakan seperti itu menghadapi aneka tantangan yang mengancam jiwa. Itu bukti bahwa kita bertangungjawab atas keselamatan jiwa raga. Salib akan diterima setiap orang, tetapi kebangkitan dan hidup ada dalam Dia sang Penyelamat (Yoh 14: 25). Karena itu, 'takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka'.
Karena itu, mari kita berani menatap masa depan dengan penuh suka cita. 
Tuhan Yesus akan membuat segala-galanya baik adanya. Keyakinan ini harus mendasari setiap langkah kita, sehingga kita berani menghadapi tantangan. Jalan di depan menanjak, kiranya tidak mengurangi tekad kita untuk mengayuh sepeda dengan penuh semangat. 'Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit'. Segala kemampuan akal budi dan kehendak kiranya semakin kita pacu untuk menikmati yang indah dan luhur dari Tuhan.
Sebaliknya, kita harus berani mengakui betapa besar kasih Allah kepada kita umatNya. Betapa besar kasih karunia yang dilimpahkan kepada kita, kita harus berani jujur mengatakannya; bahkan kepada orang lain. Kasih Tuhan kami rasakan dalam keseharian hidupku. Aku percaya kepada Yesus, sang Empunya kehidupan. Itulah yang harus kita katakan dan kita terjemahkan dalam bahasa pergaulan kita sehari-hari, dan bukannya dengan memamerkan diri. Inilah yang dikehendaki Tuhan Yesus dengan mengatakan: 'setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga'. Segala yang baik yang Tuhan janjikan kiranya semakin memacu setiap orang untuk berjuang dan berjuang dalam hidupnya. Kesetiaan akan mengkondisikan seseorang menikmati rahmat dan kasih Tuhan, karena memang Tuhan memberikan segala yang baik kepada setiap orang, agar mereka semua terarah kepada kehidupan kekal, yakni bukan hanya hidup di dunia ini melainkan kelak juga di akhir jaman.
 
 

Oratio :
Ya Yesus Kristus, kami bersyukur karena Engkau menjadikan kami berharga di mata-Mu, dan Engkau tidak akan membiarkan kami dikalahkan oleh roh kejahatan. Berkatilah kami selalu agar mampu mengalahkan roh kejahatan yang akan merusak kehidupan kami, sertai kami untuk berjuang dan berjuang dalam hidup ini, Engkau yang telah memberikan segala yang baik kepada setiap orang, agar hidup kami terarah kepada kehidupan kekal. Amin  


 
 
 Contemplatio:
'Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa, takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka'.
 
 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening