Sabtu dalam Pekan Biasa XV, 20 Juli 2013

Kel 12: 37-42   +   Mzm 136  +  Mat 12: 14-21
 

 
 
Lectio :
Pada waktu itu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."
 

 
Meditatio :

Pada waktu itu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia., tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Yesus tidak ingin mati di tangan manusia. Dia ingin menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia. Kemauan, terlebih-lebih kecenderungan manusia yang hanya ingin mencari kepuasan diri, tidaklah akan ditanggapi oleh Tuhan sang Empunya kehidupan. Yesus menghindari orang-orang yang mencari peluang untuk menebarkan emosi dan gejolak jiwa.
Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Yesus menghindari orang-orang yang mau membinasakan diriNya, sebaliknya Dia membuka diri dan menyambut mereka, orang-orang yang merindukan belaskasih dan perhatian Allah. Yesus mengulurkan tanganNya dan menolong serta menyembuhkan mereka yang sakit. Apakah karena dibutuhkan oleh orang lain, maka Yesus membuka diri? Apakah dibutuhkan oleh umatNYa, maka Dia mengulurkan tanganNya? Yesus tidak mencari muka, sebaliknya Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. Seandainya Yesus mencari perhatian dari umatNya, maka Dia akan membanding-bandingkan diriNya dengan orang lain. Dia datang juga bukan untuk mencari murid dan para pendukung. Anak Manusia datang untuk mewartakan kabar sukacita, dan mengajak setiap orang untuk berani mengamininya sebagai seorang pribadi.
Yesus tidak berkoar-koar tentang diriNya, karena memanag itulah kehendakNya. Maka genaplah firman Tuhan melalui nabi Yesaya: 'lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap'.
'Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan'.  Sabda inilah yang dinyatakan secara tegas oleh Bapa di surga ketika Yesus menerima baptisan dari Yohanes Pembaptis; dan pada waktu itu Roh Tuhan turun kepadaNya dalam rupa burung merpati. 'Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa'. Semuanya itu dikatakan sendiri, ketika mengajar pertama kalinya di dalam bait Allah. 'Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan'. Yesus memang tidak pernah berteriak-teriak tentang diriNya sendiri. Malahan apa yang dikerjakanNya tidaklah ingin diketahui oleh orang lain, dia tidak mau berbantah, tetapi Yesus sungguh-sungguh sadar bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menyempurnakan, Dia datang bukan membawa damai, melainkan pedang. Namun tak dapat disangkal, bahwa Dia datang untuk mewartakan kabar keselamatan kepada semua orang. 'Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang'. Mereka yang berdosa, tidak dibinasakan, melainkan disapa dan diajak kembali  Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap'.

 
Oratio :

Yesus Kristus, jadikanlah kami hamba-Mu yang senantiasa menghadirkan kelemah lembutan ketika berhadapan dengan sesama, terlebih saat melayani mereka dan dalam mewartakan kabar keselamatan sebagaimana Engkau telah melakukannya bagi kami. 

Bapa Elia, doakanlah kami selalu, Amin
 


 
 Contemplatio:

'Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.'
 
 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening