Sabtu dalam Pekan Biasa XVI, 27 Juli 2013

Kel 24: 3-8  +  Mzm 50  +  Mat 13: 24-30






Lectio :

Yesus membentangkan suatu perumpamaan  kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."






Meditatio :

Dalam sebuah kebun ada tanaman gandum tumbuh dan mulai berbulir, nampak di antara tanaman-tanaman itu lalang juga tumbuh dan berkembang. 'Maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang-lalang itu?', pinta seorang karyawan terhadap tuannya. Itulah kemauan baik dari seseorang yang menghendaki segala berjalan dengan lancar dan aman. Betapa indahnya bila kebun gandum itu bersih dari ilalang-ilalang yang tumbuh dengan lebatnya. Ilalang-ilalang itu mengganggu tumbuhnya biji gandum. Memakan jatah makanan yang diperlukan oleh tanaman gandum. Gandum akan semakin tumbuh subur dan berbuah, bila ilalang-ilalang itu dibersihkan dan dimusnahkan. Sekali lagi inilah kemauan baik seorang karyawan yang merawat kebun gandum itu.

'Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku'. Sebuah jawaban bijak dan bertanggungjawab yang diberikan sang tuan kebun gandum itu. Biarkan gandum dan ilalang itu tumbuh bersama, 'siapa tahu gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu'.  Bukankah perhatian kita hanya terhadap gandum? Bukankah jumlah ilalang itu lebih sedikit dari tanaman gandum yang ada? Bukankah akar mereka sekarang ini bersatu? Mencabut yang satu akan membahayakan yang lain.

'Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu, kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku'. Apakah tidak dua kali kerja? Itulah resiko dari sebuah usaha. Di akhir usaha, akan nampaklah hasil dari suatu pekerjaan.

Semua ini menggambarkan kenyataan dunia di mana kita hidup sekarang ini. Ada di antara kita orang-orang yang baik dan jahat. Malahan secara sengaja memang Yesus membiarkan para murid, kita semua, tinggal dalam kenyataan sehari-hari. Bapa, janganlah Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi lindungilah dan jagailah mereka (Yoh 17:15). Begitulah doa yang dipanjatkan Yesus kepada Bapa di surga. Tuhan Yesus tetap membiarkan setiap orang hidup dan menikmati akal budi dan kehendak bebas yang mereka miliki. Kita umat yang dikasihiNya harus siap sedia menerima kenyataan apa adanya. Kita harus riel, dan tidak hidup di sana, yang jauh dari kaki kita berpijak. Kita harus hidup dalam kenyataan di mana kita berada. Bukan kenyataan esok ataupun lusa, tetapi sekarang ini. Seorang anggota keluarga yang membayangkan keindahan dan kenyamanan yang dimiliki tetangga kanan kiri, berarti dia hidup dalam bayang-bayang dan impian di siang hari.

Allah pun akan tetap menjaga para hambaNya yang setia. Ada baiknya doa permohonan Abraham juga menjadi permenungan kita bersama, bahwasannya Allah tidak akan mencampur-adukkan orang yang baik dan benar dengan mereka yang salah dan jahat. Tuhan amat memperhatikan orang-orang yang berkenan kepadaNya (Kej).

Tidak dapat disangkal memang pada akhirnya akan terjadi pemisahan antara orang-orang yang baik dan benar dengan mereka yang jahat, bukan karena kehendak Allah melainkan karena keinginan banyak orang yang lebih menyukai kegelapan daripada terang (Yoh 3:19). Mereka adalah orang-orang yang tidak menepati janji yang pernah diucapkan, sebagaimana dibacakan oleh Musa dalam Kitab Keluaran: 'segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan' (bab 24). Pada akhir jaman akan terjadi pemisahan: gandum dari ilalang, domba dari kawanan kambing (Mat 25:32), gadis-gadis bijak dari yang bodoh (Mat 25: 3-4).

Pada jaman sekarang pun kita hidup dalam kemajemukan. Ada banyak orang yang berbeda dengan kita. Kita menghayati cinta kasih Tuhan. Bila kita berani menerima orang lain yang berbeda dengan kita, bahkan melawan kita. Bukan saja menerima, lebih dari itu 'doakanlah mereka yang melawan dan menganiaya kamu' (Mat 5:44). Inilah kasih.





Oratio :

Ya Tuhan, kami bersyukur kepadamu sebab Engkau begitu baik dan mengasihi kami anak-anakMu. Engkau memberikan kehendak bebas kepada kami dalam menjalani kehidupan kami. Seringkali kami juga hidup dalam bayang-bayang keduniawian, tolong dan bantulah kami, agar kami dapat menerima apa adanya dalam kehidupan kami.    Amin





Contemplatio :

'Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai'.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening