Selasa dalam Pekan Biasa XIII, 2 Juli 2013

Kej 19: 15-29   +  Mzm 26  +  Mat 8: 23-27

 

 

 

Lectio :

Ketika Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

 

 

Meditatio :

Ketika Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.  Aneh juga, perahu diterpa angin ribut dan gelombang, Yesus dengan enaknya tetap tertidur. Apakah Dia sungguh-sungguh lelah, sehingga tidak merasakan dunia di luar diriNya? Apakah percikan air sedikit pun tidak mampu membangunkanNya? Apakah memang Yesus itu raja tidur?

'Tuhan, tolonglah, kita binasa', seru para murid kepada sang Guru. Mereka berteriak seperti itu, karena mereka merasa tidak mampu lagi menanganinya sendiri. 'Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?',  sahut Yesus. Bagaimana Yesus ini? Dia, bukannya berterima kasih, karena dibangunkan, malahan marah dan menegur  mereka.  Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Sungguh hebat Orang itu. Namun misalnya, Yesus tidak dibangunkan apakah yang terjadi? Mungkinkah perahu mereka karam? Mungkinkan mereka tenggelam bersama sang Guru?

'Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?',  pernyataan ini hendak menegaskan bahwasannya mereka tidak akan tenggelam dan binasa, bila mereka percaya bahwa mereka ada bersama Yesus. Walau Dia sepertinya tertidur, Dia tidak akan membiarkan umatNya binasa. Sebab memang bersama sang Empunya kehidupan, tak mungkin terjadi kebinasaan. Tak jarang memang, kita merasakan bahwa Tuhan Yesus sepertinya sedang tidur, dan cukup lama juga, sehingga suara permohonan kita tidak dijawab-jawabNya. LamaNya tidur  tak jarang membuat kita kuatir dan gelisah. Padahal tak jarang juga Dia hadir secara tersembunyi di tengah-tengah kita umatNya.

'Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?',  seru para murid. Sebab selama ini belum ada seorang nabi yang mampu menguasai alam. Kiranya cerita pengalaman Abraham, yang melihat kegeraman Allah dalam membinasakan kota Sodom dan Gomora (Kej 19), mengingatkan banyak orang Israel bahwa hanya Allah yang dapat melakukan semua itu. Jadi, Orang yang berdiri di hadapan mereka ini adalah sungguh-sungguh Allah yang hadir di tengah-tengah umatNya, karena angin dan danau pun taat kepada-Nya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami selalu berani menemukan kehadiranMu dalam setiap peristiwa hidup kami, terlebih-lebih dalam peristiwa yang kecil dan sederhana, yang jauh dari perhatian banyak orang.

Ya Yesus, ajarilah kami menikmati selalu kehadiranMu. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening