Selasa dalam pekan Biasa XVII, 23 Juli 2013


Kel 14: 21-31  +  Mzm   +  Mat 12: 46-50




Lectio :

Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau." Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."




Meditatio :

'Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau'.
Itulah  seruan beberapa orang kepada Yesus.  Mereka berkata demikian karena Maria dan beberapa saudara dan saudari Yesus hendak menjumpai Dia.  Siapakah  para saudara Yesus? bukankah Dia anak tunggal Maria dan Yusuf?Apakah mungkin mereka semuamitu sepupu Yesus? atau memang mungkin para murid lainnya, yang hendak berjumpa dengan Nya? Namun, tak dapat disangkal, ada beberapa orang yang hendak menjumpai diriNya. Mereka adalah orang-orang yang menyatukan diri dengan sang Guru.

'Siapa ibu-Ku, dan siapa saudara-saudara-Ku?'.  Jawab Yesus kepada mereka. Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: 'inilah  ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'. Yesus menekankan persaudaraan dalam relasi dengan sesama, dan bukan kekeluargaan.  Malahan 'dialah  ibuKu' secara sengaja disebutNya terakhir, karena menekankan persaudaraan yang dikehendaki oleh Bapa di surga. Semua orang mendapatkan kesempatan menikmati persaudaraan dalam Kristus Tuhan, bila memang mau melaksanakan kehendak Bapa di surga yang menyelamatkan. Persaudaraan lebih dikenakan dengan rahmat keselamatan, karena memang itulah kehendak Dia yang mengutusNya.

Yesus tidak menjadikan diriNya sebagai ukuran sebagai saudara dan saudariNya, walau tak dapat disangkal Dia adalah Putera sulung kebangkitan, sebaliknya Yesus menekankan bahwa hanya Bapa di surga, sang Empunya kehidupan itulah, yang menjadi ukuran standard bagi orang-orang yang hendak menikmati keselamatan, kehadiran Allah sendiri. Kiranya sabda Yesus menantang  kita semua untuk berani juga menerima setiap orang yang berkehendak baik, yang menyatukan diri di dalam Allah, menjadi saudara dan saudari kita. Menerima seseorang menjadi saudara kita, bukanlah karena dia satu pendapat, satu profesi,  satu agama, atau karena satu komunitas, melainkan karena dia melakukan kehendak Tuhan Allah, Bapa di surga. Kalau Allah menerima seseorang menjadi anakNya, karena dia melakukan kehendakNya yang menyelamatkan, mengapa kita berani menolakNya. Menolak seseorang yang memang dia adalah anakNya, tidak ubahnya menolak Dia sang Empnya kehidupan.


'Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu'. Inilah pengalaman orang-orang Mesir yang melihat keagungan dan kemuliaan Tuhan, sebagaimana diceritakan dalam kitab Keluaran (bab 14). Kiranya kita tidak bersikap seperti orang-orang Mesir dalam mengakui keagungan Tuhan. Keagungan dan kemurahan hati Tuhan dapat kita nikmati, bila memang kita mau menerima dan bergaul dengan sesama kita yang melakukan kehendak Tuhan Bapa di surga, walau mereka berbeda dengan kita. Orang-orang Mesir adalah orang-orang yang dipaksa oleh Allah untuk mengalami kehadiranNya, walau tak dapat disangkal pada akhirnya mereka sendiri akan mengubah berkat menjadi kutuk bagi diri mereka sendiri.





Oratio :

Ya Tuhan Yesus, Engkau mengingatkan kami: siapakah sebenarnya sesama kami dalam pergaulan hidup ini. Seluruh umatMu adalah sesama kami, karena memang Engkaulah  sang Pencipta, dan hanya kepadaMu mereka semua merunduk dan menyembah.
Kuasailah kami dengan rahmat kasihMu, agar kami semakin berani bergaul dan berbagi kasih dengan sesama kami. Amin.






Contemplatio :

'Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'.













Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening