Senin dalam Pekan Biasa XIV, 8 Juli 2013

Kej 28: 10-22   +  Mzm 91  +  Mat 9: 18-26

 

 

 

Lectio :

Suatu ketika datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

 

 

Meditatio :

Ada dua permohonan yang menarik untuk kita perhatikan bersama:

Yang pertama, 'anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup', dan yang kedua, 'asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh'.

Permohonan kedua sangat singkat dan sederhana, tetapi penuh iman kepercayaan, saat itu mendapatkan jawaban dari Tuhan Yesus, 'teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau', dan saat itu sembuhlah perempuan itu. Itulah permohonan seseorang perempuan yang sakit pendarahan. Tidaklah demikian dengan sang kepala rumah ibadat. Dia meminta Yesus datang ke rumahnya. Yesus pun datang ke rumah orang itu, walau masih harus menghadapi peniup-peniup seruling dan orang banyak yang ribut, dan bahkan mereka menertawakanNya, tetapi setelah diusirNya mereka semua, masuklah Dia dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Kepala rumah ibadat itu pun medapatkan sukacita.

Mengapa kepala rumah ibadat itu harus meminta Yesus datang ke rumahnya? Mengapa dia tidak berseru seperti perempuan yang sakit pendarahan itu? Bukankah kita, yang terbatas akan ruang dan waktu, sedangkan Tuhan sang Empunya kehidupan mengatasi seluruh alam semesta ini? Inikah yang disebut perbedaan kualitas iman seseorang? Keduanya memang menghadapi persoalan yang berbeda satu sama lain, tetapi sama-sama berat, dan benar-benar menghilangkan rasa suka cita dan kenyamanan diri. Kepala rumah ibadat dan perempuan itu dengan mudah datang mendekati Yesus. Si kepala rumah ibadat datang lalu menyembahNya, sedangkan perempuan, yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan, maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Adakah perasaan takut dalam diri perempuan itu? Apakah dia juga tahu diri bahwa dirinya termasuk sebagai orang yang dinomerduakan, karena kodratnya sebagai perempuan, lagi pula tidak mempunyai kedudukan social apapun? Sepertinya adanya perbedaan perasaan diri dalam diri setiap orang ketika menghadapi sang Guru. Namun tak dapat disangkal, iman kepercayaan menkondisikan mereka berdua mendapatkan yang indah dan luhur dari Tuhan Allah.

Apakah yang diucapkan Yakub ini: 'jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku, dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu' (Kej 28), juga sebuah iman kepercayaan kepada Tuhan sang Empunya kehidupan? Bukankah dia telah menikmati yang indah dalam mimpinya? Apakah karunia yang dinikmatinya tadi kurang memberikan jaminan kepadanya?

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kepercayaan diri akan Engkau mendatangkan keselamatan. Semoga setiap kali hendak melakukan segala tugas keseharian, kami yakin Engkau akan membuat yang baik dan indah bagi kami. Ajarilah kami untuk selalu berani bermohon bantuan daripadaMu.

Yesus tambahkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening