Senin dalam Pekan Biasa XVII, 29 Juli 2013

Kel 32: 15-24   +   Mzm 106  +  Mat 13: 31-35

 

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus membentangkan suatu perumpamaan kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."

Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."

Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."

 

 

 

Meditatio :

'Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya'. Kerajaan Surga bukanlah tampak dan ditampakkan dalam aneka peristiwa yang hebat dan menggemparkan, tetapi tampak nyata dalam peristiwa yang kecil dan sederhana, dan bahkan tanpa kata-kata di luar pengamatan inderawi manusia. Dia, bagaikan biji sesawi yang kecil dan tidak menarik perhatian banyak orang. Kerajaan Surga menampung seluruh ciptaan Allah, karena memang Allah sendiri menjadi arah dan tujuan seluru ciptaanNya. Dia, bagaikan pohon sesawi, tempat di mana banyak burung bersarang di cabang-cabangnya.

'Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya'. Kerajaan Surga adalah hal yang kecil dan sederhana, tetapi mampu menyatukan dan mengubah hidup manusia lebih baik dan lebih baik. Dia bagaikan ragi yang mampu mengkhamirkan dan menyatukan tepung terigu yang begitu. Adonan yang telah menyatu akan mampu dinikmati oleh banyak orang; demikianlah mereka yang mau menerima kehadiran Allah akan mampu menjadi berkat sesamanya.

 

 Semenjak semula Allah menghendaki:  segala-gala baik adanya, dan semua orang menikmati dan ada dalam keselamatan. Kini seluruh ciptaan diingatkan kembali dengan kehadiran Sang Putera, yang memang datang hanya demi keselamatan seluruh umatNya. Sang hanya berkata-kata apa yang menjadi kehendak Bapa yang mengutusNya; dan sang Anak Manusia membahasakan dalam alam dan budaya mereka yang mendengarkanNya; dan itulah yang dikehendaki Allah. 'Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan'. Yesus menyampaikan semua kehendak Bapa dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti banyak orang.

Penyampaian sabda dan kehendak Allah dimaksudkan agar setiap orang mau kembali mendekati Allah dan menikmati karuniaNya yang indah. Keengganan seseorang untuk menolak kehendakNya sangatlah bersifat pribadi, dan bukannya komunal. Justru sebaliknya, kekudusan dan kebenaran seseorang akan  mampu menghantar  sesamanya kepada keselamatan, sebagaimana yang kita renungkan dalam bacaan hari Minggu kemarin bersama Abraham (Kej 18). Kitab Keluaran (bab 32) mengingatkan: 'siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku. Pada hari pembalasanKu itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka'.  Sulit dimengerti dan menjadi beban banyak orang, bila kita mengkait-kaitkan kelemahan dan sakit seseorang dalam wacana pohon keluarga, bahkan dalam dosa-dosa yang telah dilakukan leluhur. Bukankah Kristus telah memutus rantai kuasa dosa berkat kematian dan kebangkitanNya dari alam maut. Semuanya itu bisa terwacanakan, bila kita tidak mau menggunakan kemampuan akal budi, yang memang anugerah indah dari Tuhan Allah sendiri sang Pencipta.

 

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus, Engkau menyampaikan sabda dan kehendakMu dalam bahasa yang dimengerti oleh orang-orang yang Engkau kasihi; sebab memang penyampaian sabda dan kehendakMu Engkau wartakan dan Engkau sampaikan dalam pembangunan GerejaMu yang kudus. Bantulah kami dengan Roh KudusMu, agar pikiran dan hati kami semakin mampu dan jernih selalu dalam menanggapi kehendakMu. Amin.

 

 

Contemplatio:

'Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening