Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga, 11 Agustus 2013


Why 12: 1-6   +  1Kor 15: 20-26  +  Luk 1: 39-56

 

 

Lectio :

'Saudara-saudariku, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut'.

 

 

Meditatio :

'Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal'.

Inilah iman kepercayaan kita, GerejaNya yang satu, kudus, katolik dan apostolik, bahwasannya Kristus tidak tenggelam dalam peristiwa kematian, melainkan bangkit dan hidup kembali. Dia secara sengaja menjadi tebusan keselamatan bagi seluruh umat manusia, dan akan semakin dirasakan dan dinikmati oleh orang-orang yang percaya dan berserah kepadaNya. Dia menjadi Putra sulung kebangkitan, karena berkat kematian dan kebangkitanNya, semua orang beroleh penebusan dosa dan keselamatan. Yesus adalah Putra sulung kebangkitan, karena berkat kebangkitanNya itu menyelamatkan, dan bukannya seperti kebangkitan anak Yairus, pemuda Nain, ataupun Lazarus, yang amat individual. Kebangkitan Kristus adalah kebangkitan anak-anak manusia.

'Sama seperti maut datang karena satu orang manusia', yakni Adam, manusia pertama, 'demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia', yakni Yesus Kristus, Adam Baru, Anak Manusia. 'Sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus';  semua bisa terjadi hanya karena Yesus Kristus. Kebangkitan jiwa raga dapat dinikmati oleh setiap orang hanya dalam Yesus Kristus. Semua orang beroleh kesempatan untuk menikmati kebangkitan,  'tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya'.

Atas dasar inilah, Gereja yakin bahwa orang kedua yang boleh menikmati kemuliaan surgawi adalah Santa Perawan Maria, karena memang dialah bunda Tuhan (Luk 1: 43), sebagaimana kita dengar dalam Injil hari ini, dialah perempuan yang dikandung tanpa dosa, dialah seorang perempuan yang mengamini kehendak Tuhan akan terjadi dalam dirinya aku hamba Tuhan terjadilah padaku, menurut perkataanMu (Luk 1: 38). Dia Yesus, yang adalah Tuhan, tidak akan membiarkan sang bunda tidak menikmati kemuliaan surgawi. Dia diangkat ke surga, karena Yesus sang Putera. Semuanya itu terjadi, bukan esok, tetapi sekarang ini, karena memang bagi Tuhan semua waktu adalah sekarang (2Pet 3: 8). Dia adalah kekal. Dia adalah Alfa dan Omega.

'Dengan otoritas dari Tuhan kita Yesus Kristus, dari Rasul Petrus dan Paulus yang Terberkati, dan oleh otoritas kami sendiri, kami mengumumkan, menyatakan dan mendefinisikannya sebagai sebuah dogma yang diwahyukan Allah: bahwa Bunda Tuhan yang tak bernoda, Perawan Maria yang tetap perawan, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat tubuh dan jiwanya ke dalam kemuliaan surgawi', tegas Sri Paus Pius XII (Munificentissimus Deus 44), di tahun 1950.

'Jiwaku memuliakan Tuhan,

dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.

Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,

karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku

dan nama-Nya adalah kudus.

Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia'.

Maria sadar sungguh bahwa segala-galanya terjadi secara luhur, indah dan mulia, hanya karena Yang Mahakuasa telah melakukannya, dan semuanya itu akan dinikmati juga orang yang takut akan Dia.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau telah mengangkat Maria, sang bunda, karena memang dia adalah muridMu yang setia. Ijinkanlah kami semua kelak juga menikmati kemuliaan kekal bersamaMu di surg, berkumpul kembali bersama Maria dan para kudusMu. Amin.

 

 

Contemplatio:

 

'Sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening