Jumat dalam Pekan Biasa XVII, 2 Agustus 2013

Im 23: 4-11   +   Mzm 81  +  Mat 13: 54-58
 
 
Lectio :
Pada suatu kali setiba di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"
Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.
 
 
 
Meditatio :
 
'Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?'.
Inilah seruan orang-orang Nazaret yang kagum akan kemampuan Yesus dalam mengajar dan mengadakan aneka mukjizat. Mereka kagum, tetapi mereka tidak mampu menerima kenyataan bila ada orang lain bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dan luhur dari diri mereka. Mereka kagum, tetapi kekaguman mereka sebatas kemampuan insani. Mereka tidak mampu memandang Yesus secara tepat dan benar. Tidak salah apa yang mereka katakan bahwa ibu Yesus itu bernama Maria, dan Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas adalah nama-nama orang yang sering berkumpul dengan Yesus. Tidak salah.
Keterbatasan dalam memandang sesama yang mempunyai keunggulan dan kehebatan seringkali juga menghinggap kita bersama. Kita sulit memandang dan bahkan mengakui orang lain lebih hebat daripada kita; minimal kita mengalami kesulitan orang lain berbeda dengan kita. Di Negara kita sering kali terjadi gesekan di sana-sini, diakibatkan ketidakmampuan kita dalam memandang orang lain yang berbeda dengan kita. Mengapa kamu berbeda dengan kami? Mengapa kamu harus ada? Kamu boleh ada di tengah-tengah kami, bila kamu sama seperti kami. Itulah yang dialami Yesus juga ketika Dia berada di tengah-tengah orang-orang satu kampungNya.
Kesulitan yang dialami orang-orang Nazaret adalah memandang Yesus, sebagai Anak Manusia yang di utus oleh Bapa di surga. Mereka hanya mampu melihat Yesus hanya sebatas sesama mereka. Mereka tidak mampu melihat Yesus sebagai seorang Raja Yahudi, Raja Israel yang memang ada di tengah-tengah bangsaNya, sebagaimana yang dicari oleh orang-orang dari Timur (Mat 2: 2). Apakah keterkejutan Yerusalem (2: 3) telah hilang musnah dan dimakan kesibukan manusia sehari-hari? Demikian juga, apakah kekaguman para gembala yang melihat kemuliaan agung (Luk 2) hilang musnah? Bukankah mereka pasti pernah membicarakan siapakah anak yang baru dilahirkan itu? Bukankah kelahiran Yesus telah menjadi buah tutur di antara mereka? Sejarah memang peristiwa lampau, tetapi kiranya tidak boleh dilupakan bagi setiap orang dalam memandang kenyataan sekarang ini dan masa depan.
Ketidakmampuan melihat orang lain berbeda dengan mereka, membuat mereka kecewa dan menolak Dia. Ketidakmampuan mereka untuk melihat kehadiran Tuhan sang penyelamat, bukankah mendatangkan belaskasih Tuhan, melainkan malahan meniadakan kasih dan perhatian Tuhan. Ini sungguh berbeda, ketika Yesus melihat banyak orang yang berkumpul bagaikan kawanan domba tanpa gembala (9: 36).  Karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.



Oratio :
Ya Tuhan, kami sering lupa bahwa jalan pikiran-Mu bukanlah jalan pikiran kami, ajari kami untuk mengenal dan mengasihi Engkau sebaik Engkau telah mengenal dan mengasihi kami. Mampukan kami untuk mengenal-Mu dengan lebih baik. Amin
 
 
Contemplatio:
 
'Seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri  dan di rumahnya.'




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening