Jumat dalam Pekan Biasa XVIII, 8 Agustus 2013


Ul 4: 32-40   +  Mzm 77  +  Mat 16: 24-28

 

 

Lectio :

Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

 

 

Meditatio :

'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'.

Penyataan Yesus ini menyambung pernyataanNya kemarin, bahwa Dia akan mendapatkan perlawanan dari bangsa Israel, bangsa pilihan Allah, Dia akan dibunuh, tetapi pada hari ketiga akan bangkit. Itulah realitas hidup Yesus. Itulah spiritualitas hidupNya; dan siapun yang hendak mengikutiNya, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Menjadi murid-muridNya, berarti berani menerima kenyataan hidup Yesus apa adanya, sekaligus melaksanakan segala yang dilakukanNya. Tidak ada tawar-menawar sama sekali.

Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, mencari kenyamanan diri sendiri, dan tidak ingat akan orang lain,  akan kehilangan nyawanya,  bukannya keselamatan yang dia dapatkan, melainkan akan mengalami kebinasaan; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya, tegas Yesus. Barangsiapa kehilangan nyawa, karena iman kepercayaannya, karena keberserahan diri kepada Yesus, dia akan mendapatkan mahkota kemartiran. 'Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?'. Penyataan ini benar-benar mengingatkan kita semua, bahwa keselamatan seseorang tidaklah bergantung kepada kekayaan yang dimilikinya, sebagaimana yang kita renungkan Minggu kemarin. Keselamatan yang ada hanya dalam nama Yesus Tuhan, akan dinikmati oleh orang-orang yang berani memanggul salib kehidupan, menyangkal diri dan mengikuti sang Penyelamat.

'Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya'. Perbuatan yang dimaksudkan Yesus, bukanlah perbuatan dan jasa baik yang dapat dilakukan seseorang, apalagi dalam jumlah yang begitu banyak secara kwantitatif, melainkan sejauh mana semua tindakannya itu dilakukan sebagai bentuk penyangkalan diri, memanggul salib dan mengikutiNya. Sabda Yesus dikenakan sebagai ukurannya, dan bukannya kemampuan seseorang. Sebab memang hanya sabda dan kehendak Allah yang menyelamatkan seorang umat manusia, dan bukanlah perbuatan baiknya. Santa Teresia Kecil dengan tegas pernah menyatakan, tidak ada karya hebat yang pernah aku lakukan seperti santo dan santa besar. Aku hanya mampu melakukan cinta. Panggilanku adalah cinta.

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya'. Entah siapakah yang dimaksudkan Yesus?

 

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus,  Engkau mengingatkan kami untuk berani menyangkal diri dan memanggul salib, dan semuanya itu kami lakukan dalam mengikuti Engkau, dan bukannya berdasar kemauan diri sendiri. Bantulah kami, ya Yesus, untuk setia mengikuti Engkau, terlebih dalam kenyataan hidup konkrit keseharian kami, yang seringkali tidak sesuai dengan gambaran dan cita-cita kami.   Amin

 

 

Contemplatio:

 

'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'.



 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening