MERDEKA INDONESIAKU!!!

Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia

17 Agustus 2013

Sir 10: 1-8  +  1Pet 2: 13-17  +  Mat 22: 15-21

 

 

 

Lectio :

Pada waktu itu datanglah orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"

Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

 

 

Meditatio :

'Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?'.

Inilah pertanyaan orang-orang Farisi bersama kaum Herodian, yang memang hanya dimaksudkan untuk menjerat Yesus. Mereka pun mempercantik jeratan dengan kata-kata: 'Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka'. Sebuah puji-pujian yang memang tidak keluar dari dalam hati, melainan sebatas bibir saja. Orang-orang Farisi memang sudah terbiasa dalam memuji-muji. Sebab bukankah mereka itu orang-orang munafik (Mat 23: 14) yang hanya ingin meraup keuntungan dari sesamanya?

'Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?', sahut Yesus yang memang tahu kejahatan hati mereka. Yesus Tuhan koq dilawan. Bodoh kali, mereka melawan Tuhan. Kuasa kegalapan aja lari terbirit-birit menghadapi Anak Manusia (Mrk 1: 23-26), apalagi anak-anak manusia yang lemah dan tak berdaya ini melawan Guru dari Nazaret? 'Gambar dan tulisan siapakah ini?', tanya Yesus, yang tentunya hanya untuk menarik perhatian mereka, sebab Yesus pasti tahu mata uang yang digunakan pada saat itu. 'Gambar dan tulisan kaisar', sahut mereka.

'Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah'.  Sebuah jawaban yang menantang semua orang yang mendengarkan Dia. Membayar pajak adalah kewajiban setiap orang pada saat itu, karena memang mereka di bawah pemerintahan Roma; dan mereka semua pasti tahu. Sebab memang pemerintah mendapatkan dana pembangunan negara itu berasal dari rakyatnya, dan bukannya hanya seperti yang dikatakan Petrus, ketika ditagih untuk membayar bea untuk rumah ibadat, sebagaimana kita renungkan beberapa hari lalu. Membayar pajak adalah salah satu kewajiban yang diberikan kepada kaisar.

Demikian juga, berikanlah kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah'.  Jawaban ini juga bisa dimengerti sebagai jawaban politis, karena memang bila seandainya Yesus hanya menjawab kewajiban terhadap kaisar, bisa diartikan bahwa Yesus sebagai seorang yang pro-penjajah, bukan nasionalis, tetapi dengan berkata tentang kewajiban kepada Allah, berarti Yesus tetap menjunjung tinggi, bahwa Israel adalah bangsa pilihan Allah, umat milik Allah. Dan lebih dari itu, kesibukan sehari-hari sebagai anggota masyarakat umum, bangsa terpilih tidak boleh melupakan tugas panggilan Allah. Issrael harus berani mempetanggunjawabkan segala kepercayaan dan berkat yang telah dilimpahkan Tuhan kepada mereka. Israel diminta dan wajib memberi pertangunganjawab kepada Allah sang Pemberi. Pertangungajwab kepada Tuhan adalah sebuah ucapan terima kasih kepadaNya yang telah banyak berbuat baik kepada umatNya.

Kerendahan hati  terungkap dalam ketaatan seseorang kepada siapapun yang memegang pimpinan terhadap setiap orang. 'Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!' (21Pet 2: 17). Semuanya ini, bila kita lakukan dengan setia, berarti  menjawabi kewajiban kita sebagai anggota umat Allah. Hormat dan meghargai sesama umat, dan sekaligus sebuah ucapan terima kasih kepada sang Pemilik dan Pemimpin hidup, yakni Allah.

 

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus Kristus, berkatilah dan rahmatilah bangsa Indonesia dengan kasih dan cintaMu. Jadikanlah bangsa kami sebagai bangsa yang bertaqwa dengan benar. Hujankanlah keadilan, kedamaian dan kesejahteraan bagi kami semua. Amin.

 

 

Contemplatio:

 

'Berikanlah kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah'.  

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening