Minggu dalam Pekan Biasa XX, 18 Agustus 2013

Yer 38: 4-10  +  Ibr 12: 1-4  +  Luk 12: 49-53

 

 

 

Lectio :

Pada waktu itu bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya."

 

 

Meditatio :

Yesus menyampaikan pesanNya hari ini dalam bahasa kiasan.

'Aku datang untuk melemparkan api ke bumi,

Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku,

Aku datang bukan untuk membawa damai di atas bumi, melainkan   pertentangan'.

Penyataan Yesus hari ini sungguh-sungguh kembali mengingatkan tugas perutusan yang diembanNya. Dia harus menerima baptisan, dan inilah baptisan yang dimaksudkanNya, bahwa Dia datang ke dunia hendak menyelamatkan seluruh umat manusia. Dengan rela dan tangan terbuka, Dia mau menderita dan memanggul salib, dan bahkan menyerahkan nyawa dalam salib di bukit Golgota. Semua akan diterimaNya sebagaimana kehendak Bapa, walau tak dapat disangkal sebagai seorang yang sungguh-sungguh manusia merasa betapakah susahnya hatiNya; dan Dia pun pernah berdoa: 'ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki'  (Mat 26: 29).

Dia datang sebagai sang Penyelamat, Mesias Putera Allah yang hidup. Sabda dan kehendakNya bagaikan api yang bernyala-nyala, yang menghidupkan dan sekaligus memurnikan. Ia datang bukan untuk meninabobokan orang-orang yang percaya kepadaNya; malahan karena kepercayaan dan penerimaan mereka akan sang Kristus, mereka menjadi bahan perbantahan bagi saudara dan saudariNya. Dia 'datang bukan untuk membawa damai di atas bumi, melainkan pertentangan'.  Sang ibu pun sudah menyadari peran kehadiran sang Putera di dunia ini, bahwasannya 'Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan' (Luk 2: 34).

Berkat kehadiranNya,  'mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya'. Kehadiran Yesus mengingatkan sungguh bahwa: 'musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya' (Mat 10: 36).

Pesan Yesus hari ini menantang kita untuk semakin berani percaya kepada Dia, Kristus Putera Allah yang hidup. Keberanian untuk percaya dan menerima Dia, berarti berani mengalami tantangan hidup, bahkan kita akan dipisahkan satu dengan lainnya, sebagaima salib yang diterimaNya. Barangsiapa bertahan, dia akan beroleh selamat (Mat 10: 22), dan ingatlah, sebagaimana dikatakan oleh surat kepada umat Ibrani, 'dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah' (12: 4), dan bahwa 'penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita' (Rom 8: 18).

Siapa takut! Itulah jawaban orang yang percaya, ketika ditantang untuk mengikutiNya.



 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus Kristus, benarlah kata-kataMu bahwasannya Engkau tidak pernah memanjakan kami dalam perjalanan hidup ini. Kalau ada orang yang merasa Engkau selalu memanjakannya, syukurlah.

Bantulah kami ya Yesus untuk semakin hari semakin setia memanggul salib kehidupan kami. Amin.

 

 

Contemplatio:

 

'Aku datang untuk melemparkan api ke bumi'.

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening